Berita > Berita

IOC Tunda Olimpiade Tokyo 2020

Kamis, 26 Maret 2020 20:11:06
3603 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Tak juga kunjung mereda, bahkan di berbagai belahan bumi wabah virus Corona (Covid-19) yang pertama kali merebak di Wuhan, China, terlihat semakin meningkat, termasuk di Tanah Air, membuat Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) akhirnya memutuskan untuk mengundurkan jadwal Olimpiade Tokyo 2020 yang semula dijadwal 24 Juli - 9 Agustus 2020.

Informasi yang ada di situs resmi Olimpiade bahwa saat ini sudah ditemukan lebih dari 375,000 kasus Covid-19 di seluruh dunia dan angka ini masih terus bertambah setiap jamnya. Pandemi ini menjadi ancaman keselamatan dan kesehatan atlet, ofisial dan semua pihak yang terlibat di olimpiade. Termasuk akan membawa dampak signifikan pada persiapan atlet menuju event akbar empat tahunan tersebut.

Hal ini membuat Presiden IOC Thomas Bach dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya memutuskan bahwa olimpiade tidak akan dilangsungkan di tahun 2020, namun tak akan lebih dari musim panas 2021. Telah diputuskan juga bahwa meski diselenggarakan tahun depan, titelnya tetap akan disebut Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Badminton World Federation (BWF) menyatakan dukungannya atas keputusan tersebut. Hingga saat ini BWF masih bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait untuk lebih memahami situasi dalam 12 bulan ke depan. Hal ini tak lepas dari perubahan kualifikasi olimpiade serta kemungkinan pembekuan poin rangking dunia dengan sistem yang fair bagi semua pemain.

PP PBSI pun memandang bahwa keselamatan dan kesehatan semua menjadi perhatian utama saat ini. Melalui pernyataan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, PP PBSI mendukung penuh keputusan ini demi kepentingan bersama.

Kami akan ikuti, apa yang menjadi keputusan IOC dan BWF, karena saat ini yang penting adalah keselamatan dan kesehatan peserta olimpiade. Wabah Covid-19 membuat kami semua tidak punya pilihan lagi, harus ikuti prosedur yang sudah ditentukan, ujar Budiharto, seperti kami lansir di situs resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

Keputusan ini dibuat tentunya dengan mempertimbangkan banyak hal, dan tidak dipungkiri harus ada banyak penyesuaian juga dari pemain. Harus ada adjustment dengan kondisi perubahan jadwal turnamen, program latihan, dan sebagainya, lanjutnya.

PP PBSI juga belum bisa bicara mengenai apakah mundurnya olimpiade berdampak pada pergeseran pemain yang akan lolos ke olimpiade mengingat sejumlah pemain andalan kini tengah berada di peak performance mereka.

Kami harus melihat dulu perkembangannya, termasuk jika ada perubahan ketentuan dari BWF terkait kualifikasi olimpiade dan pembekuan rangking. Secara prinsip, PBSI akan mengirim pemain yang berpeluang besar mendapat medali, ungkap Budiharto.

Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nantinya, apakah akan ada hitungan baru lagi. Kami akan sesuaikan, sekarang kami belum bisa berkata bisa ada perubahan atau tidak, tutur Budiharto. (*)

Berita Berita Lainnya