Berita > Berita

Menpora Puji Kreativitas PBSI

Minggu, 12 Juli 2020 22:45:34
731 klik
Oleh : admin_2
Kirim ke teman   Versi Cetak



Satu hal menarik terjadi pada saat ajang final tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament antara Anthony Sinisuka Ginting melawan Shesar Hiren Rhustavito hari Jumat (10/7) lalu di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyaksikan langsung partai final turnamen internal berhadiah total Rp 500 juta.

Kehadiran Menpora ini pun membuat partai final semakin semarak. Laga final tunggal putra papan atas Indonesia ini pun akhirnya dimenangkan Anthony usai laga dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.

Di tengah masa pandemi Covid-19 saat masyarakat diminta untuk menjauhi keramaian untuk memutus mata rantai penyebaran virus, PBSI dan Mola TV serta dukungan beberapa sponsor bisa menyelenggarakan turnamen yang dapat disaksikan lewat chanel digital akan menjadi terobosan baru di masa new normal.

Menpora pun menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan home tournament yang dinilainya sebuah terobosan baru dari PBSI.

''Ini satu kreativitas dari PBSI, luar biasa, cabor memang harus begitu, apalagi atlet sudah terkurung tiga bulan, harus ada relaksasi perasaan yang terkurung,'' ujar Zainudin yang dijumpai Badmintonindonesia.org usai laga final.

''Kepada para pendukung khususnya Mola TV, saya apresiasi karena tidak hanya menayangkan kegiatan yang ditonton orang banyak tapi kegiatan internal seperti ini, Mola TV juga aktif memberikan dukungan untuk perkembangan bulutangkis,'' tuturnya.

Mola TV PBSI Home Tournament diharapkan bisa menjadi turnamen percontohan yang menggunakan protokol Covid-19. Menpora mengatakan bahwa langkah ini bisa ditiru oleh cabang olahraga lain.

''Cabor harus kreatif, masa bulutangkis bisa, yang lain tidak? Dengan tetap melakukan protokol kesehatan. Saya akan sampaikan ke cabor lain terutama yang non-body contact, kalau body contact seperti sepakbola dan basket itu belum ya,'' ujar Menpora.

Dalam masa-masa pandemi Covid-19 yang tanpa turnamen ini, Menpora mengimbau para atlet untuk tetap menjaga kondisi dan stamina.

''Kepada atlet-atlet yang ada di Cipayung, sudah tanggung, kalian sudah di sini, jangan ada perasaan jenuh. Targetnya ke olimpiade, masih ada waktu, perbaiki performance. Kita belum tahu situasi ini sampai kapan, jadi jaga betul stamina dan ikuti protokol kesehatan,'' ujar Zainudin.

Penyelenggaraan home tournament ini diharapkan Menpora dapat menjadi sebuah wadah bagi atlet untuk tetap menjaga performa hingga nanti peak-nya ada di Olimpiade Tokyo tahun depan. Serta sebagai ajang menguji apa yang sudah dipelajari di latihan. (*)

Berita Berita Lainnya