Berita > Berita > Klub

Djarum Stop Sponsori Turnamen Bulutangkis

Rabu, 16 Desember 2020 20:00:24
4390 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Kabar mengejutkan datang dari Djarum yang mengungkapkan tak lagi mensponsori turnamen bulutangkis di Tanah Air mulai tahun 2021. Kabar ini diungkapkan Yoppy Rosimin, Ketua Umum PB. Djarum sekaligus Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam wawancara dengan Daryadi, redaktur Majalah Bulutangkis Indonesia di sela-sela gelaran Liga PB. Djarum 2020 di GOR Djarum, Kudus, yang berlangsung pada 7-13 Desember 2020 lalu.

Semua sudah tahu bahwa semarak ajang bulutangkis nasional dan internasional di Tanah Air selama ini tak terlepas dari dukungan Djarum dan grup usaha yang ada seperti BCA, Blibli.com, Tiket.com, Yuzu Isotonic, kopi Caffino, serta Djarum Foundation. Kejuaraan-kejuaran bulutangkis baik yang di level junior hingga dewasa seperti Super Liga Senior dan Yunior, Djarum Sirnas, Kejurnas PBSI, Indonesia Challenge, Indonesia Masters, hingga yang paling bergengsi dengan total hadiah jutaan dolar Amerika Serikat seperti ajang Indonesia Open tak bisa dilepas dari grup Djarum yang rutin mensponsorinya.

Untuk tahun 2021 dipastikan Djarum tak lagi akan turut mensponsori turnamen bulutangkis yang sudah begitu lekat di hati masyarakat Indonesia. Dalam wawancara Majalah Bulutangkis Indonesia tersebut disebutkan Yoppy bahwa dana sponsor grup Djarum nampaknya akan lebih difokuskan untuk mendanai pembinaan di klub sendiri yakni PB. Djarum. Kalaupun menggelar event lebih merupakan event internal seperti Liga PB. Djarum yang digelar sebanyak dua kali di tahun 2020.

Berikut petikan wawancara yang kami kutip dari Majalah Bulutangkis Indonesia.

Daryadi : PB.Djarum menggelar liga internal sampai dua kali di tahun 2020. Apa maksud digelarnya event ini?

Yoppy : Seperti kita ketahui pandemi Covid-19 memaksa event bulutangkis nasional dan internasional terhenti sejak Maret 2020 lalu. Sementara kami punya kebijakan tidak memulangkan atlet-atlet kami. Bahkan, atlet yang biasanya berlatih di Jakarta juga digabungkan ke Kudus agar pengawasannya lebih mudah. Tentu berbulan-bulan hanya berlatih tanpa bertanding di turnamen sangat menjenuhkan buat para pemain. Karena itulah untuk mengatasi kejenuhan tersebut kami membuat event Liga PB.Djarum. Penyelenggaraan pertama dilakukan 6-11 Juli hanya memainkan nomor perorangan, sedangkan penyelenggaraan kedua 7-13 Desember dengan memainkan nomor beregu dan perorangan.

Daryadi : Bagaimana evaluasi dua penyelenggaraan Liga PB.Djarum?

Yoppy : Seluruh pemain dan pelatih sangat antusias dan berterima kasih dengan digelarnya event ini. Apalagi, para pemain juga diberikan kesempatan bermain sebanyak mungkin. Jadi pemain yang biasa main di tunggal juga bisa main rangkap di ganda putra-putri dan ganda campuran. Memang sangat melelahkan karena rata-rata bermain minimal empat kali sehari.

Daryadi : Apakah event ini juga jadi ajang promosi dan degradasi?

Yoppy : Tentu saja event ini sekaligus dimanfaatkan oleh para pelatih untuk melakukan penilaian terhadap anak-anak didik mereka. Dari event ini juga bisa dipantau siapa saja yang bisa terus bermain di tunggal serta menentukan pemain-pemain yang hendak dipasangkan di nomor ganda, baik ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran. Dengan digabungkannya para pemain ganda yang biasa berlatih di Jakarta tentu akan memudahkan pemantauannya lewat event ini.

Daryadi : Andai pandemi kelak berakhir apakah event ini tetap dipertahankan?

Yoppy : Saya kira begitu karena respon serta manfaat yang kita dapat sangat positif. Para pemain sangat antusias, begitu pula para penonton di tayangan live streaming juga terbilang banyak. Karena itu kami merencanakan untuk menggelarnya tahun depan, minimal sekali sebelum Lebaran 2021. Kita juga akan lihat agenda bulutangkis nasional tahun depan. Jika agendanya minim bisa saja kami gelar dua kali.

Daryadi : Mengapa tidak mengundang klub lain untuk terlibat di event ini?

Yoppy : Kalau demikian namanya jadi turnamen terbuka. Ini kan turnamen tertutup khusus anggota PB.Djarum. Tapi dengan klub lain kami juga sudah merancang untuk melakukan eksibisi, seperti dengan PB.Jaya Raya serta PB.Mutiara Cardinal. Konsepnya sedang kita rancang, pertandingan sehari sebanyak 30 partai dengan sistem home and away. Waktunya mungkin bisa dilakukan Februari 2021 mendatang sambil melihat perkembangan pandemi Covid-19. Selain itu kami sedang merancang pertandingan eksibisi dengan tim Jerman dan Belanda.

Daryadi : Bukankah untuk event antar klub sudah ada ajang Super Liga, baik yang senior dan yunior yang disponsori oleh grup Djarum. Bagaimana dengan tahun depan apa masih digelar?

Yoppy : Kami telah memutuskan tidak lagi mensponsori event-event bulutangkis di Tanah Air baik turnamen nasional maupun internasioal. Jadi kalau event tersebut ingin digelar silakan saja, kami hanya akan hadir sebagai peserta. Jangan dianggap kami ini mutung, yang pasti kami tetap mendukung pembinaan bulutangkis di Indonesia.

Daryadi : Bagaimana dengan turnamen perorangan seperti Indonesia Open, Sirkuit Nasional dan lain-lainnya?

Yoppy : Sama saja kami juga tidak akan terlibat lagi untuk mensponsori event-event tersebut. Sirkuit Nasional serta Kejurnas adalah amanat Munas yang harus digelar setiap tahun. Kontrak kami sebagai sponsor di event tersebut berakhir pada 31 Desember 2020. Jadi semua event tersebut sesungguhnya adalah milik PBSI. Kami berharap seluruh event tersebut baik yang nasional maupun internasional tetap bisa digelar. PB.Djarum akan tetap mengirimkan para pemainnya sebagai peserta.

Daryadi : Mengapa dari grup Djarum tidak lagi mau terlibat sebagai sponsor?

Yoppy : Sejak Munas yang lalu kan sudah dikampanyekan jika PBSI nanti sudah punya sponsor tersendiri, perusahaan-perusahaan BUMN juga janjinya akan mendukung event bulutangkis di Tanah Air. Silakan saja dijalankan, bagi kami tentu ini langkah yang positif. Kami akan mendukung sepenuhnya. Walau begitu kami tetap berencana menggelar turnamen swastas nasional yang disponsori Yuzu Isotonic sebanyak dua kali di tahun 2021. Tempatnya masih ada beberapa pilihan, antara lain Solo, Semarang, Purwokerto atau di Kudus.

Daryadi : Bagaimana dengan audisi PB.Djarum apakah tetap digelar?

Yoppy : Audisi akan tetap digelar namun kita akan lihat perkembangan pandemi. Mungkin tidak akan digelar di delapan kota seperti sebelumnya. Bisa saja nanti hanya digelar di tiga atau empat kota. Juga bukan tidak mungkin kembali seperti konsep awal hanya digelar di Kudus.

Daryadi : Bagaimana dengan para pemain dan pelatih PB.Djarum apakah tetap diperkenankan masuk Pelatnas?

Yoppy : Oh kalau itu tidak ada masalah. Silakan saja pemain dan pelatih dari PB.Djarum untuk dipanggil sekiranya dianggap layak bergabung di Pelatnas. Kami juga akan mendukung sepenuhnya, jadi tidak perlu khawatir kami akan menahan mereka.

Daryadi : Bapak sendiri apakah tetap ada di pengurusan PBSI yang baru?

Yoppy : Oh tidak, tapi saya tetap berkenan memberi masukan tentang tugas-tugas yang pernah saya kerjakan. Tugas saya waktu lalu kan mengurusi sponsor, jadi banyak berurusan dengan klien-klien.

Daryadi : Dengan Ketua Umum PBSI terpilih apakah sudah ada komunikasi dengan PB.Djarum?

Yoppy : Belum ada, mungkin karena pengurusnya belum terbentuk dan dilantik. Padahal sesuai amanat Munas PBSI di Tangerang yang lalu kepengurusan sudah terbentuk selama 30 hari sejak dilakukan Munas pada 6 November 2020 yang lalu. Saya tidak tahu ada masalah apa, jadi sebaiknya kita tunggu saja. (*)

Berita Klub Lainnya