Berita > Berita

Ahsan: "Nyoloknya seperti tidak memakai perasaan"

Sabtu, 09 Januari 2021 12:20:30
1803 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Setibanya di Bangkok, Thailand, pebulutangkis Indonesia yang mengikuti tiga turnamen Leg Asia beserta tim pendukung telah menjalani swab test PCR pada hari Senin, 4 Januari, ketika masuk Hotel Novotel Bangkok Impact. Disini semua atlet dan tim pendukung hasilnya dinyatakan negatif.

Lalu untuk kedua kalinya pada Kamis, 7 Januari 2021 para atlet menjalani kembali menjalani test untuk kedua kalinya usai mereka berlatih di sesi pagi.

Berbeda dengan test pertama yang dirasakan nyaman, pada test kedua ini para pebulutangkis Indonesia punya pengalaman yang dirasa menakutkan dan menegangkan. Saat melakukan proses tes, tenaga kesehatan setempat dinilai "kurang berperasaan" terhadap pemain.

"Menyangkut hal tes, kalau tidak ada keterangan dari panitia, itu berarti hasilnya negatif dan tidak perlu dikhawatirkan," tutur Bambang Roedyanto, Kabid Luar Negeri PP PBSI, saat dikonfirmasi Tim Humas PP PBSI.



Berdasarkan rilis panitia, paling tidak selama tinggal di "gelembung" di Bangkok, pemain, pelatih, dan tim pendukung akan menjalani delapan kali tes. Tes selanjutnya bakal dijalani pada tanggal 11 Januari. Lalu, menyusul tanggal 15, 18, 22, 26, dan 30 Januari.

"Proses tes swab kali ini, nyoloknya seperti tidak memakai perasaan," lapor Mohammad Ahsan dari Bangkok.

"Hidung saya sudah ngilu-ngilu rasanya," tambah pemain ganda ini yang dihitung sudah 10 kali melakukan tes usap, termasuk tes usap mandiri yang dilakukannya.

Pengalaman "tersiksa" juga dialami Fajar Alfian. Menurutnya, tes usap terakhir tersebut terasa berbeda dan menakutkan.

"Memang rasanya sih sama saja karena sudah terbiasa swab. Tetapi swab yang kedua di sini dalem banget. Saya sampai pusing kepala. Beda dengan swab di Indonesia," papar Fajar, mengutip rilis Humas PBSI.

Sementara Hendra Setiawan menyebut, meski makin terbiasa mengikuti tes usap, dirinya tetap mengaku tegang, terutama menunggu hasilnya. Hanya, karena hal tersebut sudah merupakan regulasi yang harus dijalani, dirinya pun tidak mempersoalkan berbagai tes usap yang ada.

"Ya sekarang, harus dibawa enjoy saja sih. Itu memang sudah konsekuensi saya ikut ke sini. Jadi sudah harus siap. Dicolok hidung itu, rasanya enak, kok. Hahaha," canda Hendra yang sudah enam kali mengikuti tes usap, termasuk di Tanah Air.

"Saya sudah terbiasa mengikuti tes usap. Cuma tes di Thailand ini berbeda. Di sini, lebih sakit rasanya," komentar Pramudya Kusumawardana, pemain ganda putra.

"Sepertinya, orang petugas kesehatan di Bangkok tidak punya hati. Kalau nusuknya sakit sekali," timpal Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, partner Pramudya.

Dituturkan pelatih Eng Hian, dirinya secara jujur memang kurang nyaman dengan berbagai tes usap yang harus dijalani. Tetapi memang seperti ini regulasi yang ditetapkan panitia, mau tidak mau ya harus mengikutinya.

"Tes usap ini kan wajib. Walaupun sebetulnya tidak nyaman, tetapi tetap harus dijalani. Toh semua itu juga untuk kepentingan diri kita sendiri," sebut Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra. (*)

Berita Berita Lainnya