Berita > Berita

Rionny Mainaky: "Prestasi Pemain Indonesia Cukup Baik"

Selasa, 19 Januari 2021 10:04:46
1105 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Mulai hari ini (Selasa, 19/01) para andalan Merah Putih kembali akan turun berlaga di Impact Arena, Bangkok, Thailand, melanjutkan perburuan gelarnya pada ajang Toyota Thailand Open 2021 yang merupakan seri HSBC BWF World Tour Super 1000. Pekan lalu di tempat yang sama perburuan gelar mengamankan satu gelar dari pasangan ganda putri Greysia Polii/ Apriyani Rahayu.

Gelar juara dikantongi Greysia/Apriyani memenangkan pertandingan final atas wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/ Rawinda Prajongjai usai laga dua game 21-15 dan 21-12.

Menurut Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, hal ini cukup baik sebagai debut pertama setelah pandemi.

“Secara menyeluruh hasil dari Yonex Thailand Open cukup baik, kami berhasil dapat satu gelar, satu runner up dan dua semifinalis. Apalagi ini turnamen pertama setelah 10 bulan tidak bertanding,” ungkap Rionny, mengutip rilis tim Humas dan Media PP PBSI dari Bangkok.

Indonesia sesungguhnya berpeluang mengamankan dua gelar juara dari dua wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak final. Sayangnya, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti tak berhasil merebut gelar juara setelah dikalahkan wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/ Sapsiree Taerattanachai, dalam laga tiga game 3-21, 22-20 dan 18-21.

Catatan lainnya, di sektor tunggal putra, langkah Anthony Sinisuka Ginting terhenti di semifinal oleh andalan Denmark, Viktor Axelsen lewat laga rubber game 19-21, 21-13 dan 13-21.

“Di ganda campuran Praveen/Melati memang seharusnya bisa menang tapi mungkin adaptasi dengan lapangan pertandingan belum maksimal. Di tunggal putra, Ginting sudah bermain bagus tapi memang belum beruntung,” sebut Rionny.

Beradaptasi dengan kondisi saat pandemi memang tidak mudah. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulutangkis Thailand (BAT) cukup serius dalam menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka menggunakan sistem gelembung yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang terlibat.

“Tidak mudah anak-anak menjalani turnamen di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang ketat membuat mereka canggung walau tidak sampai stress. Kasus positif Covid-19 di tengah turnamen kemarin membuat peraturan berubah lagi, kami jadi tidak boleh keluar walau karantina sudah 14 hari. Tapi beruntungnya sejak awal di pelatnas PBSI memberlakukan karantina sehingga anak-anak sudah terbiasa,” kata Rionny.

“Hari ini kami melaksanakan swab test lagi lalu kembali berlatih untuk turnamen berikutnya. Kondisi anak-anak sementara ini oke dan sehat. Memang kondisi fisik beberapa pemain yang main di semifinal dan final agak kelelahan tapi kami tim pelatih dan ofisial terus menjaga kondisinya,” tambahnya.

Melanjutkan perburuan gelar pada ajang Toyota Thailand Open yang dimulai hari ini selama sepekan ke depan, skuad Indonesia telah melakukan pesiapan untuk dapatkan hasil yang maksimal.

“Persiapannya yang terpenting adalah mengembalikan dulu kebugaran, menjaga asupan gizi agar mereka tetap sehat dan tidak stress. Setelah itu saya berharap semuanya bisa tampil lebih maksimal dari minggu lalu. Yang sudah bagus dipertahankan, yang belum semoga bisa lebih baik. Target ya sebisa mungkin tambah satu gelar lagi,” tutur Rionny. (*)

Berita Berita Lainnya