Berita > Artikel

Apriani Si Rendah Hati

Selasa, 03 Agustus 2021 15:37:25
1630 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



"Koh, ayo ke rumah, ada Apri nih," kata pak Ahmad (sebut saja begitu) dari ujung telepon sana.

Pak Ahmad seringkali bercerita, kalau raket yang dia pasang senarnya di toko saya, adalah raket pemberian Apriani Rahayu.

Sesekali saya candai, "Hoax kalo ga ada bukti." Lalu pak Ahmad bersungut sungut, karena memang perangai pak Ahmad agak temperamental.

Bunga (bukan nama sebenarnya), anak pak Ahmad berteman dekat dengan Apriani, karena pernah satu klub Diklat Bulutangkis. Bila sedang libur latihan, Apriani sesekali menginap di rumah Bunga. Mungkin karena kesal, omongannya tidak saya percaya, jadi pak Ahmad mengundang saya ke rumahnya untuk membuktikan ucapannya.

Saya sempat kaget, begitu melihat saya yang lebih tua, Apriani langsung mencium tangan saya. Lalu kami mengobrol cukup lama. Awalnya agak canggung, tapi lama-lama mencair juga. Saya yang lebih banyak bertanya, seputar kariernya.

"Lain kali aja ya om, sore ini aku harus kembali ke Pelatnas," jawab Apriani, ketika saya ajak makan malam, tentunya dengan keluarga pak Ahmad. "Lain kali" yang sampai saat ini tidak kesampaian, karena keburu pandemi.

Selamat ya Apri, dan juga Greysia. Emas kalian sangat dinanti nanti oleh semua rakyat Indonesia, hadiah kemerdekaan ke 76 republik tercinta. Saya ikut menangis saat melihat kalian menangis melampiaskan segenap emosi dan ketegangan.

Nanti malam, saat bersantai dan merayakan kemenangan, langit dan pendar lampu kota Tokyo pasti terasa lebih indah di mata kalian, luar biasa indah.

Tetap ramah, rendah hati, tidak sombong dan cepat puas ya. Perjalananmu masih panjang. Emas Olimpiade ini bukan puncak kariermu. Masih banyak gelar yang bisa kamu raih. Semoga kedepannya setelah Greysia gantung raket, kamu mendapat pasangan baru yang sehati dan sama hebatnya. (Johnny Pinot)

Berita Artikel Lainnya