Berita > Artikel > Sosok

Yoppy Sebut Bonus Djarum Foundation Untuk Bagas Memperkuat Ekosistem Bulutangkis

Kamis, 21 April 2022 09:35:58
512 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Pemberian penghargaan kepada atlet-atletnya yang berprestasi terus diberikan PB Djarum lewat Bakti Olahraga Djarum Foundation. Bonus ratusan juta rupiah masuk ke kantong atlet-atlet yang berprestasi mengharumkan bulutangkis Indonesia.

Kali ini giliran Bagas Maulana, atlet binaan PB Djarum yang menikmatinya. Bagas Maulana yang kini menjadi skuad andalan Pelatnas Cipayung sejak tahun 2017, bersama partnernya Muhammad Shohibul Fikri, menorehkan prestasi manis dengan meraih juara pada ajang All England 2022.

Tampil pertama kali di turnamen bulutangkis tertua di dunia sebagai pasangan bukan unggulan, Bagas/Fikri melesat ke partai final dengan menyingkirkan para unggulan. Salah satu pasangan yang disingkirkan adalah senior dan teman berlatih di Pelatnas Cipayung, Kevin Sanjaya/ Marcus Fernaldi Gideon, yang saat ini merupakan ganda putra nomor satu dunia. Mereka menekuk The Minions lewat pertarungan ketat tiga game 22-20, 13-21 dan 21-16.

Dan di partai puncak, Bagas/Fikri kembali bertemu senior mereka Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang merupakan ganda putra nomor dua dunia. Dan Bagas/Fikri, sukses menekuk pasangan yang dijuluki The Daddies ini hanya lewat pertarungan dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-13.

Sukses naik ke podium juara All England ini Bagas/Fikri menerima prize money sebesar USD 73,265 atau sekitar Rp1,05 miliar.

Tak hanya itu, Bagas Maulana yang merupakan atlet binaan PB Djarum ini pun mendapat apresiasi berupa bonus senilai Rp. 278 juta dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Tradisi yang terus dijaga Djarum Foundation untuk memotivasi para atlet-atlet PB Djarum untuk terus menorehkan prestasi emas bulutangkis Indonesia.

Total bonus sebesar Rp 278 juta yang diterima Bagas berupa bonus uang tunai sebesar Rp 200 juta. Ada voucher Blibli senilai Rp 50 juta. Lalu, Bagas juga mendapatkan hadiah dari Polytron berupa motor listrik Polytron Evo Electric Motor senilai 28 juta.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan, pemberian bonus kepada Bagas Maulana merupakan upaya memperkuat ekosistem bulutangkis dan menciptakan iklim kompetisi yang semakin ketat diantara para pemain, khususnya atlet binaan PB Djarum.

“Pemberian bonus ini merupakan apresiasi atas pencapaian dan kerja keras yang dilakukan para atlet karena kami menyadari bahwa menjadi juara itu tidak mudah, perlu perjuangan yang ekstra luar biasa. Disamping itu, apresiasi ini merupakan lecutan motivasi bagi para pebulutangkis agar tetap bekerja keras sehingga mampu menuai prestasi yang lebih tinggi lagi di masa mendatang,” tutur Yoppy di sela pemberian penghargaan yang digelar secara virtual, Rabu (20/4).

Selain menjadi pelecut motivasi bagi penerima apresiasi, Yoppy menjelaskan pemberian bonus juga dimaksudkan kepada para pebulutangkis junior agar semakin bersemangat meningkatkan kemampuan sehingga mampu mendulang prestasi demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia pada masa mendatang. Hal tersebut yang pada akhirnya membuat PB Djarum senantiasa menjadikan pemberian bonus sebagai tradisi setiap kali atlet binaan klub yang bermarkas di Kudus ini meraih gelar juara di turnamen bergengsi.

“Jadi yang perlu dipahami adalah kami memberikan bonus bukan karena kemampuan finansial dan juga dukungan sponsor semata, karena klub yang dengan kemampuan finansial dan dukungan sponsor besar itu banyak. Tapi kami mengeluarkan bonus kepada atlet demi menciptakan ekosistem buutangkis Indonesia yang lebih baik. Dengan adanya bonus, sisi kompetitif para atlet dari level senior hingga junior akan meningkat yang pada akhirnya berdampak positif terhadap prestasi bulutangkis Indonesia di panggung dunia,” Yoppy menjelaskan.

Bonus dan apresiasi dari klub juga menjadi upaya menjamin kehidupan para atlet setelah gantung raket nanti. Untuk itu, kata Yoppy, PB Djarum dan Djarum Foundation senantiasa memberikan pendampingan manajemen keuangan agar bonus dan hadiah yang dikumpulkan bisa bermanfaat di masa depan.

“Mereka yang dapat bonus kami ajari untuk mengelola keuangannya dengan baik, mau ditabung atau diinvestasikan, yang penting jangan sampai habis tak berbekas. Bagas pun seperti itu, nanti akan saya berikan training tentang manajemen finansial,” imbuh Yoppy.

Sementara itu, Bagas menyebut kemenangan di All England merupakan impian yang menjadi kenyataan. Pasalnya, di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Bagas tak menyangka berhasil menginjakkan kaki di podium tertinggi turnamen bulutangkis tertua dunia tersebut.

“Kemenangan ini saya dedikasikan untuk orangtua, klub dan pelatih yang telah memberikan dukungan yang luar biasa sehingga kami berhasil meraih gelar juara ini. Saya merasa bangga bisa menorehkan prestasi bagi Indonesia,” ucap Bagas.

Bagi Bagas, pemberian apresiasi dari Djarum Foundation ini merupakan dukungan nyata dan bentuk kepeduian klub terhadap perjuangan atlet bulutangkis. Mengamini perkataan Yoppy, Bagas juga menyebut bahwa bonus yang diberikan akan menjadi pelecut motivasi demi meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di panggung bulutangkis dunia.

“Dulu, ketika saya masih di klub, saya termotivasi ketika melihat senior-senior saya mendapatkan bonus. Penasaran seperti apa rasanya dapat bonus. Akhirnya sekarang saya juga merasakannya. Selain senang, pastinya bonus ini menjadi tanggung jawab untuk bisa tampil lebih baik lagi dan mendulang prestasi di turnamen-turnamen selanjutnya,” tutur Bagas. (*)

Berita Sosok Lainnya