Berita > Berita

Djarum Indonesia Open 2005
Nova/Liliyana Lewati Ujian Pertama

Kamis, 22 September 2005 07:56:57
1545 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

JAKARTA - Juara dunia ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir melangkah ke babak kedua turnamen bulutangkis Djarum Indonesia Terbuka setelah menundukkan ganda Korea Yoo Yeong Seong/Jun Youn Kyung 15-4, 15-8, di Istora Gelora Bung Karno, Rabu (21/9) pagi.

Pertandingan tersebut merupakan yang pertama setelah mereka merebut gelar juara dunia di Anaheim, AS, bulan lalu.

Pada pertandingan lainnya, adalah mantan pasangan senior Pelatnas Bambang Supriyanto/Minarti Timur. Ganda gaek yang merupakan juara Indonesia Terbuka 2002 ini menyingkirkan pemain Indonesia lainnya Indra Viki/Megawati 15-5, 15-1.

Bambang (36) dan Minarti (37), merupakan salah satu ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Keduanya berpisah setelah merebut gelar juara di Indonesia Terbuka 2002 di Surabaya. Minarti mundur dari Pelatnas setelah merebut gelar juara tersebut, sedangkan Bambang baru awal tahun lalu.

Sementara itu, perebutan gelar juara ganda putra diperkirakan akan berlangsung seru mengingat hampir semua pasangan terbaik dunia ikut berkompetisi pada 21-25 September ini. Candra Wijaya/Sigit Budiarto (unggulan pertama) dan Luluk Hadiyanto/Yulianto Alvent (unggulan dua) akan bersaing ketat dengan pasangan Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen (unggulan tiga) serta pemain Malaysia, Koo Kien Keat/Chan Chong Ming (unggulan enam), serta Lee Jae Jin/Jung Jae Sung dari Korea Selatan, kata pelatih yang biasa dipanggil Chris itu.

Selain itu, ganda muda Denmark yang tengah naik daun Mathias Boe/Carsten Mogensen, juara Singapura Terbuka 2005, juga bisa menjadi kuda hitam turnamen bintang enam berhadiah total US$ 250.000.

Ketidakhadiran ganda Cina tidak terlalu berpengaruh terhadap ketatnya kompetisi ini karena mereka juga kerap dikalahkan oleh ganda dari Eropa. Malaysia pun harus sangat dicermati apalagi kini dilatih Rexy Mainaky, ujarnya.

Mengenai kemungkinan terjadinya final sesama Indonesia pada nomor ganda putra, Christian mengatakan itu bisa terjadi namun cukup berat terutama melihat hasil undian untuk Luluk/Alvent dan Flandy Limpele/Eng Hian.

Mereka dapat drawing yang berat karena kemungkinan pada enam belas besar mereka akan saling berhadapan. Itu berarti pilar kita sudah berkurang karena salah satu pasti tersingkir, jelasnya.

Hasil undian memang kurang menguntungkan bagi Luluk/Alvent karena, bila sesuai skenario, pada seperempat final mereka kemungkinan akan berhadapan dengan Koo Kien Keat/Chan Chong Ming dan kemudian harus menghadapi Paaske/Rasmussen di semifinal.

Sementara Candra/Sigit menempati pul yang relatif lebih ringan, dengan kemungkinan akan menghadapi Lee Jae Jin/Jung Jae Sung atau Mathias Boe/Carsten Mogensen pada semifinal.

Tentang Markis Kido/Hendra Setiawan, Christian berharap mereka bisa maju ke perempatfinal dengan kemungkinan bertemu Paaske/ Rasmussen, yang selalu mengalahkan mereka dalam tiga pertemuan sebelumnya, terakhir di 16 besar Singapura Terbuka 2005. Saat itu Kido/Hendra kalah dua set langsung 15-5, 15-13.

Seharusnya Kido/Hendra bisa belajar dari tiga kekalahan itu, tetapi saya tidak memaksakan mereka untuk menang melawan ganda Denmark tersebut, kata Chris.

Ganda Denmark Jonas Rasmussen juga berpendapat bahwa kompetisi ganda putra akan berlangsung ramai dan ketat. Target saya dan Lars Paaske adalah menjadi juara turnamen ini, tetapi akan cukup berat untuk sampai final karena kami satu pul dengan Koo Kien Keat/Chan Chong Ming dan Luluk/Alvent, kata Rasmussen.

Paaske/Rasmussen belum pernah bertemu Koo/Chan dalam turnamen, sementara dengan Luluk/Alvent, mereka telah enam kali bertarung dengan kedudukan 4-2 untuk pasangan Denmark itu. Terakhir mereka bertemu pada semifinal All England 2005 dimana Paaske/Rasmussen menang 15-12, 6-15, 15-11.

Sementara itu Koo Kien Keat menyatakan bahwa ia dan pasangannya telah mencanangkan juara sebagai target mereka dalam kejuaraan bintang enam ini. Saya tersanjung banyak yang menganggap kami sebagai lawan yang harus diperhitungkan, namun sanjungan itu tidak akan menjadi beban untuk kami. Kami akan bermain sebaik-baiknya untuk bisa mencapai target tersebut dan kami tidak takut melawan siapapun, kata semifinalis Kejuaraan Dunia 2005 yang baru merayakan ulang tahun ke 20-nya pada 18 September ini. (W-11)

Sumber:www.suarapembaruan.com

Berita Berita Lainnya