Berita > Berita

Djarum Indonesia Open 2005
Simon Mengubur Ambisi Taufik Pertahankan Gelar

Jumat, 23 September 2005 17:33:07
1480 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

JAKARTA, (PR).-
Pemain muda Simon Santoso tampil mengejutkan ketika mampu menumbangkan juara bertahan Taufik Hidayat 15-12, 15-5 pada hari kedua Turnamen Bulu Tangkis Djarum Indonesia Terbuka 2005, di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Kamis (22/9).

Bagi Simon, kemenangan atas Taufik ini merupakan yang pertama dalam sebuah even resmi. Selama ini, Simon selalu tidak berkutik jika menghadapi Taufik.

Saya sama sekali tidak menyangka bisa menang. Bangga rasanya bisa mengalahkan pemain sekelas Taufik, ujar Simon yang menempati unggulan ke-16 ini.

Sedangkan bagi Taufik, kekalahan ini mengubur ambisinya untuk menyamai rekor seniornya, Ardi B. Wiranata yang meraih gelar juara Indonesia Terbuka sebanyak enam kali. Sebelumnya, Taufik yang diunggulkan di tempat ketiga, sudah mengantongi lima gelar juara dan tahun ini berhasrat untuk menyamai rekor Ardi BW.

Tadinya memang ingin juara, tapi sudah kalah sama Simon, mau apalagi, ujar Taufik singkat.

Taufik mengelak ketika disebutkan dirinya mengalah kepada Simon. Buat apa saya mengalah? Ini sebuah turnamen, kalah menang hal yang biasa. Kali ini saya kalah, Simon menang. Dia main bagus sekali dalam melakukan serangan dan penempatan bola di depan net juga bagus, kata juara dunia 2005 ini.

Konsentrasi tidak siap

Pelatih Taufik, Mulyo Handoyo menuturkan, kekalahan anak asuhannya karena puncak penampilan Taufik berada saat merebut gelar juara dunia. Maka, pada penampilan di Indonesia Terbuka ini tidak maksimal. Secara fisik dia siap main, tapi dari konsentrasi dia tidak siap, ujarnya.

Pertandingan Simon melawan Taufik menyedot perhatian penonton yang semula berada di tribun utara menyaksikan pertandingan ganda puta Luluk/Alvent melawan Agung Rohanda/Enroe, langsung berpindah tempat ke selatan tempat Taufik-Simon bertanding.

Set pertama, Simon langsung unggul 5-1 yang mendapat dukungan penuh penonton yang berkali-kali menyebutkan nama Simon setiap kali meraih angka. Bahkan ketika Simon unggul 14-12, para penonton berteriak game...game...game mendukung agar Simon menyelesaikan pertandingan.

Begitu pengembalian Taufik membentur net dan jatuh di daerah pertahanan sendiri, penonton bersorak sedangkan Simon mengepalkan tangannya setelah menutup set pertama, 15-12.

Pada set kedua, penampilan Simon yang berada di atas angin, berani meladeni permainan bola-bola panjang dan pendek yang dilakukan Taufik. Simon langsung unggul jauh, 10-4.

Beberapa kali smes menyilang yang dilakukan Simon sulit dikembalikan Taufik. Selain itu, pukulan Taufik pun sering membentur net.

Saat Simon unggul 14-5, drop shot yang dilakukan Taufik tidak mampu menyeberangkan shuttlecock melewati net. Pertandingan pun berakhir 15-5 untuk Simon yang langsung disambut tepuk tangan penonton.

Bagi Simon, kemenangan itu mengantarkan dirinya ke babak perempat final. Di babak ini, Simon akan menantang pemain Thailand, Boonsak Ponsana yang menghentikan laju Tomi Sugiarto 15-12, 15-5.

Selain Simon, pada perempat final tunggal putra, Indonesia menempatkan Sonny Dwi Kuncoro yang kemarin menang 15-7, 15-6 atas Marleve Mainaky. Sonny di babak perempat final akan menantang Wong Choong Han. Unggulan utama Kenneth Jonassen (Denmark) langkahnya belum terbendung, begitu juga dengan unggulan kedua Lee Chong Wei (Malaysia).

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Berita Berita Lainnya