Berita > Artikel > Sosok

Sosok Christian Hadinata (Bagian I)
Paling Rajin, Pangkat Naik, Enggan di Belakang Meja

Kamis, 11 Januari 2007 20:09:26
5089 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Reshuffle kepengurusan PB PBSI periode 2004-2008 yang dilakukan Sabtu (6/1) lalu memberikan berkah tersendiri bagi Christian Hadinata. Pangkatnya di Pusat Bulutangkis Indonesia (PBI), Cipayung, Jakarta Timur, naik, dari koordinator ganda pria menjadi kasubid pelatnas. Kini dia memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan pada semua nomor.

Dia juga memiliki kewenangan untuk menentukan pengiriman atlet ke luar negeri. Pengelolaan pelatnas secara umum juga tugasnya. Mulai dari surat menyurat sampai pengelolaan sarana latihan. Namun, Christian merasa kurang cocok untuk mengemban misi struktural tersebut. ''Biarlah saya bekerja yang berkeringat saja. Tugas di belakang meja biar dikerjakan Lius (Pongoh) saja,'' papar Christian. Lius Pongoh sebelumnya menjabat kasubid pelatnas. Kini dia naik pangkat menjadi kabid binpres.

Berdasarkan pemantauan Jawa Pos, Christian memang pelatih yang paling rajin. Dia menjadi pelatih pertama yang datang ke pelatnas, sebelum jam enam pagi. Dia masuk ke Cipayung ketika lampu lapangan belum dihidupkan. Dia juga baru pulang ketika lampu lapangan sudah dimatikan.

Christian juga tidak segan untuk turun langsung ke lapangan. Dia lebih banyak memberi contoh langsung, dari pada memberikan instruksi dengan perkataan. Masing-masing pelatih memang memiliki metode pelatihan tersendiri. Namun, dari segi keseriusan dan semangat yang ditunjukkan, Christian bisa disebut sebagai yang paling baik.

Dengan jabatan barunya, Christian harus berkeliling semua sisi lapangan. Sebelumnya, dia hanya memberikan fokus pada lapangan sektor tengah dimana ganda pria berlatih. ''Saya akan lebih capek, namun saya lebih senang jika bisa memberikan sumbangsih yang besar untuk bulutangkis tanah air,'' ujar Christian.

Punya Sentuhan Ajaib, Berbeda Pasangan Tetap Juara

Usai menjadi juara nasional pada 1971, mulai 1972, Christian Hadinata menjadi penghuni pemusatan latihan nasional (pelatnas). Karirnya sebagai pemain pelatnas cukup panjang sampai 1980-an. Dalam periode yang begitu panjang, Christian telah gonta-ganti pasangan.

Namun, Christian tidak mengalami masalah besar ketika harus berganti pasangan. Dia seolah memiliki sentuhan tangan ajaib yang mampu mengajak rekannya menjadi juara level dunia. Ade Chandra adalah pasangan legendaris Christian. Setidaknya sembilan kali mereka menjadi juara ganda tingkat dunia, termasuk di All England.

Ketika Ade Chandra mundur, Christian berpasangan dengan Tjuntjun. Pergantian itu tidak membuat pamor Christian menurun. Bersama Tjuntjun pada 1977 dia dianugerahi gelar ''Pemain ganda terbesar dasawarsa ini'' dalam konferensi olahraga dunia Malmoe, Swedia.

Christian juga tangguh ketika bermain di nomor ganda campuran. Bersama Imelda Wigoena dia sukses merebut gelar juara All England 1979 dan Asian Games 1982. Pasangan ganda campuran Christian lainnya adalah Lie Sumirat.

Sentuhan midas Christian juga ditunjukkan ketika dia menjadi pelatih. Dengan tangan dinginnya, Tony Gunawan/ Candra Wijaya, sukses merebut medali emas Olimpiade Sydney 2000. ''Kunci sukses seorang atlet adalah stamina, mental, dan skill. Itu semua bisa diraih dengan kerja keras,'' papar Christian mengenai resep suksesnya.(ang/indopos.co.id)

Berita Sosok Lainnya