Berita > Artikel > Sportainment

SportTainment
Australia Terbuka Minim Petenis Top

Selasa, 16 Januari 2007 07:29:49
1957 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Oleh: Bernadus Wijayaka

Turnamen tenis paling akbar, grand slam, akan kembali bergulir. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, grand slam pembuka akan bergulir dari Benua Kanguru yakni Australia Terbuka, mulai 15 Januari ini. Semua mata akan tertuju ke Melbourne, tempat di mana grand slam dengan lapangan rebound ace itu digelar.

Namun, grand slam dengan hadiah 19 juta dolar Australia atau sekitar Rp 114 miliar itu akan terselenggara tanpa nama-nama terbaik dalam olahraga tersebut setelah petenis nomor satu dunia Justin Henin-Hardenne menarik diri. Petenis Belgia yang juga juara Australia Terbuka pada 2004 dan runner-up tahun lalu, mundur karena alasan pribadi.

''Saya perlu sampaikan pada Anda kabar yang sangat penting, sayangnya ini bukan kabar baik. Saya harus menarik diri dari turnamen Australia karena alasan pribadi keluarga. Saya ingin berterima kasih sebelumnya karena menghargai pilihan saya, dan kehidupan pribadi saya,'' kata Henin-Hardenne dalam website-nya.

Henin-Hardenne bermain pada seluruh final keempat Grand Slam pada 2006, dia menjadi juara Prancis Terbuka.

Penarikan diri Henin-Hardenne itu merupakan pukulan telak pada sebuah event yang sudah kehilangan beberapa pemain papan atas dan diperkirakan akan banyak lagi sebelum dimulai.

Empat kali juara dan favorit penonton, Andre Agassi, sudah pasti tidak akan mengayunkan raketnya karena telah pensiun setelah AS Terbuka tahun lalu. Sementara petenis putri AS Lindsay Davenport, mantan juara juga absen. Bekas juara lainnya Mary Pierce dari Prancis juga absen lantaran masalah lutut.

Salah satu bintang Australia, Mark Philippoussis mungkin hanya akan menjadi penonton setelah dikatakan bahwa dia membutuhkan operasi lutut. Petenis nomor dua Inggris Tim Henman juga tidak akan berlaga setelah cedera lututnya kambuh saat berlatih sebelum Natal. ''Urat di bagian belakang lutut kanan saya tertarik, sehingga perlu diistirahatkan,'' katanya kepada harian Times.

''Saya akan sangat senang bermain di Australia di mana sinar matahari bisa sedikit membakar punggung, tetapi saya membutuhkan waktu selama beberapa pekan untuk siap tampil pada musim ini dan saya mungkin akan mulai bermain pada Februari,'' tambahnya.

Beberapa pemain lainnya juga dalam kondisi mengkhawatirkan, seperti mantan juara Prancis Terbuka Anastasia Myskina yang terluka jari kakinya di Auckland pekan lalu dan terbang ke rumahnya di Moskwa untuk menjalani perawatan. Sementara petenis Argentina David Nalbandian berjuang untuk mengatasi cedera lututnya.

Sedangkan petenis Amerika Venus Williams juga diragukan bakal tampil setelah menarik diri dari Piala Hopman karena cedera pergelangan tangan.

Tidak biasanya para pemain top absen pada Australia Terbuka karena cedera yang diderita pada musim sebelumnya. Tampaknya, tahun ini akan menjadi tahun kelabu bagi Australia Terbuka atas kasus mundurnya pemain top itu. Sebelumnya, pada 2005, Henin-Hardenne juga harus absen bersama finalis 2004 Kim Clijsters dan Jennifer Capriati, juara 2001 dan 2002.

Petenis Rusia Marat Safin tidak mempertahankan gelarnya tahun lalu dan Rafael Nadal tidak datang karena masalah kaki. Kini, Nadal pun dalam kondisi mengkhawatirkan. Pasalnya, pekan lalu di turnamen Sydney International, otot kakinya tertarik. Dia harus mundur di babak pertama.

Pada saat sebelum ada perjalanan mudah dan cepat dengan pesawat jet, para pemain top di Eropa dan AS memilih untuk tinggal di rumah daripada melakukan perjalanan jauh.

Bahkan, para pemain top menghilang karena tidak kuat akan sengatan musim panas Australia yang semakin memburuk dan suhu di lapangan kerap melampaui 45 derajat celsius.

Para pemain dan juga ofisial sudah lama mengharapkan grand slam pertama tahun ini, yang biasanya diselenggarakan pada dua pekan terakhir Januari, namun diundur ke Maret saat cuaca lebih dingin dan juga memberi mereka istirahat yang lebih panjang. Pejabat Tennis Australia setuju untuk memundurkan turnamen tahun ini satu pekan tetapi belakangan membatalkan rencana tersebut dan kembali ke tanggal semula.

Mundurnya pemain top tentu akan membawa berkah kepada pemain peringkat bawah untuk berprestasi, atau untuk menaikkan peringkat dan mendulang dolar Australia.

Hadiah AUS$ 19,000,000

Juara AUS$ 1,220,000/ Rp 7,32 miliar
Finalis AUS$ 610.000/ Rp 3,66 miliar
Semifinalis AUS $305,000/ Rp 1,83 miliar
Perempat finalis AUS$ 152,500/ Rp 915 juta
Babak 16 AUS$ 76,250/ Rp 457,5 juta
Babak 32 AUS$ 46,760/ Rp 280,56 juta
Babak 64 AUS$ 28,465/ Rp 170,79 juta
Babak 128 AUS$ 18,300/ Rp 109,8 juta

(1 dolar Australia = Rp 6.000)

[Suarapembaruan.com]

Berita Sportainment Lainnya