Berita > Berita

Propaganda Lewat Liga Super

Jumat, 16 Februari 2007 09:56:46
1306 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Mimpi itu bakal terwujud. Keinginan besar PB PBSI untuk menggelar Liga Bulutangkis rasanya tinggal menunggu waktu. Segala urusan untuk menggolkan liga bisa dibilang sudah selesai digodok. Pendeknya, tinggal pelaksanaan saja. Akan muluskah?

''Memang berat, namun Liga Bulutangkis harus bergulir tahun ini karena liga bisa menjadi propaganda ampuh untuk memasyarakatkan bulutangkis di Tanah Air. Semua peraturan menyangkut liga juga sudah kita godok,'' tutur Jacob Rusdianto, Direktur Badan Liga Bulutangkis.

Menurut Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Daerah PB PBSI itu, saat ini bisa dibilang tinggal hal-hal kecil yang belum beres. Salah satunya menyangkut manual aturan pertandingan. Memang PBSI sebenarnya sudah memiliki peraturan pertandingan, namun itu sebatas turnamen atau kejuaraan biasa.

Sementara itu, aturan pertandingan khusus untuk Liga Bulutangkis belum dirumuskan apakah tetap seperti turnamen biasa atau tidak. Rencananya soal ini akan dirumuskan dalam rapat di kantor sekretariat PB PBSI, Wisma Karsa, Senayan. Kamis (15/2).

''Aturan main liga tentu berbeda dengan turnamen biasa. Karena itu, hal itu akan kami rumuskan dulu agar liga nantinya berjalan mulus,'' harapnya.

Selain itu, Jacob menambahkan bahwa sudah dipastikan perusahaan rokok Djarum akan menjadi sponsor utama. Karena sebagai pendukung utama, nama hajatan itu pun menjadi Liga Super Bulutangkis 2007. ''Kami tinggal melakukan kontrak dengan PT Djarum,'' tegas Jacob.

Dalam proposal yang dibuat Badan Liga, dijelaskan oleh Jacob, untuk menggelar hajatan penting ini paling tidak dibutuhkan dana sekitar 3 miliar rupiah, satu miliar di antaranya untuk hadiah.

Liga Super Bulutangkis nantinya menggunakan format Piala Thomas untuk putra dan Piala Uber (putri), yaitu mempertandingkan tiga partai tunggal dan dua ganda. Liga merupakan program kerja PB PBSI pada 2007, seperti yang diamanatkan Mukernas di Medan 2006.

Pada era kepemimpinan Chairul Tanjung, PBSI pernah merancang untuk menggelar Liga Bulutangkis pada 2002. Namun, akhirnya rencana itu mati suri setelah KONI Pusat sangat keberatan karena pelaksanaannya berdekatan dengan Asian Games di Busan. Padahal, bulutangkis termasuk cabang andalan untuk menyumbangkan medali emas.

Pemain Asing

Untuk meningkatkan popularitas dan gema bulutangkis di Tanah Air, nantinya peserta Liga Super Bulutangkis diizinkan untuk mengontrak pemain asing. Dengan begitu, dipastikan tingkat persaingan klub-klub peserta menjadi lebih merata. Ujung-ujungnya kompetisi akan berjalan lebih sengit.

Sebelum diputuskan, memang ada wacana klub diperbolehkan memakai maksimal empat pemain asing. Namun, karena pertimbangan liga dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi bulutangkis nasional, akhirnya pemain asing dibatasi hanya dua orang, terserah mau tampil di tunggal atau ganda.

Selain itu, klub juga diperbolehkan untuk meminjam pemain dari klub lain. Aturannya, kalau membutuhkan, masing-masing klub diizinkan menggunakan maksimal lima pemain tamu, termasuk pemain asing.

''Ini dilakukan agar kemampuan klub-klub peserta liga lebih merata dan tidak lagi berat sebelah seperti pada Kejurnas Bulutangkis di Medan tahun lalu,'' jelas Jacob.
(Broto Happy W./bolanews.com)

Berita Berita Lainnya