Berita > Berita

Tampil di Indonesia Super Series 2007
Tak Gentar Gertakan Tiongkok

Senin, 19 Februari 2007 04:48:38
1195 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

JAKARTA - PB PBSI kembali menggelar hajatan besar. Induk organisasi bulutangkis di tanah air tersebut akan menggelar Indonesia Terbuka.

Menariknya, even yang dilaksanakan pertengahan Mei tersebut menjadi rangkaian dari super series. Sehingga, titelnya menjadi Indonesia Super Series.

''Dengan format super series, kejuaraan ini akan lebih seru dibandingkan sebelumnya. Bentrok pemain unggulan bisa saja terjadi sejak babak awal seperti seri sebelumnya (di Malaysia dan Korea Selatan, red),'' kata G. Sulistiyanto, ketua bidang luar negeri PB PBSI, kepada Jawa Pos kemarin.

Indonesia Super Series 2007 sebelumnya adalah turnamen bintang enam, ketika itu masih bernama Indonesia Terbuka. PB PBSI patut berbangga, karena Indonesia Super Series 2007 mampu memberikan hadiah senilai USD 250 ribu (sekitar Rp 2,3 miliar). Nilai hadiah tertinggi kedua setelah Tiongkok Super Series dan Korea Super Series senilai USD 300 ribu.

Dengan hadiah yang tinggi tersebut, Sulis, sapaan karib G. Sulistiyanto, yakin bahwa Indonesia Super Series 2007 akan diikuti pebulutangkis top dunia. Semakin tinggi hadiah yang diperebutkan, semakin tinggi pula poin yang adakan didapatkan sang juara.

''Selain itu, faktor jadwal dan lobi juga sangat berpengaruh pada keikutsertaan para pebulutangkis top dunia,'' lanjut Sulis.

Terkait kritikan Tiongkok atas sikap penonton Indonesia yang dianggap urakan, dia yakin hal itu tidak akan membuat mereka tampil dengan kekuatan kedua.

''Kita juga memiliki nilai tawar yang tinggi. Kita bisa saja mengirimkan pemain kedua ke kejuaraan di Tiongkok, jika Tiongkok menurunkan pemain lapis kedua di Indonesia,'' ungkapnya.

Li Yongbo, pelatih kepala Tiongkok, beberapa waktu lalu menyesalkan sikap penonton Indonesia yang membuat gaduh sepanjang pertandingan. Dia menuntut agar penonton tidak menyudutkan salah satu pemain. Sorakan, menurutnya, harus diberikan pada siapa pun yang tampil baik. Hal itu belum ditunjukkan penonton bulutangkis di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Tiongkok sempat memunculkan ancaman untuk hanya bermain di Eropa. Salah satu buktinya, Tiongkok menurunkan beberapa pemain terbaiknya di Jerman Terbuka yang hanya turnamen bintang dua.

''Gertak-menggertak adalah hal biasa, sangat manusiawi. Kami yakin mereka (Tiongkok) akan mengirimkan pemain terbaik. Apalagi, kami sudah melakukan pendekatan-pendekatan,'' yakin Sulis.

Di tengah terpuruknya prestasi bulutangkis tanah air, pelatnas terancam menurunkan wakilnya pada Indonesia Super Series 2007. Sesuai dengan ketentuan BWF (Federasi Bulutangkis Dunia), hanya pebulutangkis peringkat 28 besar yang bisa masuk langsung ke babak utama. Empat lainnya yang akan menggenapi 32 peserta, harus mengikuti kualifikasi. (ang/indopos.co.id)

Berita Berita Lainnya