Berita > Berita

All England 2007
Koo/Tan Batalkan Pesta Tiongkok

Senin, 12 Maret 2007 04:51:50
1014 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Indonesia gagal meloloskan satu pun wakilnya ke final All England Super Seris 2007. Namun, melalui seorang Rexy Mainaky, dunia bulutangkis tanah air ikut membatalkan pesta Tiongkok menyapu gelar. Ganda pria Malaysia besutan Rexy, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, tadi malam WIB berhasil mengalahkan unggulan pertama asal Tiongkok, Fu Haifeng/ Cai Yun.

Peraih medali emas Asian Games 2006 itu menang dua set langsung 21-15, 21-18. Dengan kemenangan tersebut, peringkat pertama BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) sudah di depan mata. Koo/Tan dalam ranking yang dilansir 8 Maret lalu menduduki peringkat kedua super series. Poin mereka 15.620 sama dengan ganda Korsel, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung. Lee/Jung telah disingkirkan di babak perempat final oleh mantan pasangan Pelatnas Cipayung, Candra Wijaya/Tony Gunawan.

Dari nomor tunggal pria, Lin Dan tampil perkasa. Pebulutangkis peringkat pertama dunia asal Tiongkok tersebut mengalakan rekan senegaranya, Chen Yu, dengan skor 21-13, 21-12. Lin Dan sukses menorehkan back to back setelah tahun 2006 lalu menjadi kampiun. Pada 2004 lalu pemain berjuluk Super itu juga menjadi kampiun untuk kali pertama.

Dari ganda wanita, Wei Yili/Zhang Yawen menjadi juara setelah memenangkan duel antar-Tiongkok. Di final mereka mengalahkan Yang Wei/ Zhang Jiewen dengan skor 21-16, 8-21, 24-22.

Dengan format super series, superioritas Tiongkok begitu menonjol. Dari lima nomor yang diperlombakan, dua partai final diisi oleh semua pemain Negeri Panda tersebut.

Mimpi buruk

Sebaliknya, bagi Indonesia, super series menjadi mimpi buruk tersendiri. Sejak format ini dipergunakan awal tahun lalu, memasuki seri ketiga tidak satu pun gelar direbut. Bulutangkis tanah air tengah mengalami salah satu periode paling suram dalam sejarahnya. Pada kejuaraan beregu Piala Sudirman yang akan diselenggarakan Juni mendatang di Skotlandia, kans Indonesia sangat kecil. Nomor ganda dan tunggal wanita sejak lama sudah tidak bisa diharapkan untuk bersaing melawan dominasi Tiongkok. Sementara tiga nomor lainnya kini malah menyusul terpuruk.

Kali terakhir Indonesia merebut gelar All England pada 2003 lalu melalui ganda pria Sigit Budiarto/Candra Wijaya. Sebelumnya, pada 1994, Susi Susanti menjadi juara tunggal wanita. Hariyanto Arbi mempersembahkan gelar tunggal pria kali terakhir pada 1993. Gelar-gelar pada kejuaraan bulutangkis paling tua dan bergengsi sepertinya akan semakin lama dirindukan pecinta bulutangkis Indonesia. (ang/indopos.co.id)

Berita Berita Lainnya