Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Catatan Swiss Super Series (Bagian II)
Ganda Putri

Rabu, 21 Maret 2007 20:24:29
1702 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Catatan: Aki Baihaki

Sepertinya sudah saatnya PBSI ''say goodbye'' ke senior-senior yang udah mentok. Bukannya bengis, tapi kayaknya ini udah bener-bener ujung dunia. Mereka sudah diputer kanan kiri atas bawah tapi nggak ada peningkatan juga. Justru pasangan gado-gado yang baru yang menunjukkan peningkatan.

Kalau Lita Nurlita dan Nathalia Poluakan dikeluarkan, tentunya Pia Zebaedah, Nitya Krishinda dll bisa dapat KESEMPATAN. Ya inilah kata kuncinya: ''kesempatan''. Kalau emang Lita/Nathalia masih mau diikutkan atas nama PBSI yah silakan, asal duitnya ada. Masalhnya sekarang kan selalu PBSI keabisan dana.

Kesempatan bermain di luar negeri ini lah yang mesti di-'coba2' kepasangan-pasangan baru. Liat aja 'coba-coba' Vita/Grace malah membuahkan hasil tak terduga. Toch, kita nggak tahu gimana pasangan-pasangan lainnya? Padahal semua pasangan Indonesia dulunya sangat berpotensi di kejuaraan junior. Lihat saja Lee Yong Dae yang di semifinal kejuaraan junior dikalahkan Rizal/Grace, tapi Rizal/Grace terbayang2i senior-senior Nova/Butet dan Vita/Flandy belum lagi Devin/Tetty dan kombinasi-kombinasi mereka semua selama bergonta-ganti pasangan.

Akhirnya Yu Yang, He Hanbin, Du Jing, Xie Zhongbo semua sudah melejit lebih dulu daripada Rizal/Grace. Lee Yong Dae malah sekarang sudah menjadi pasangan papan atas dunia di ganda putra!!!!!

Dulu saya suka iba melihat para pemain yg begitu cepat didepak dari Pelatnas. Tapi kalau memang ingin cepat maju, kita harus bergerak cepat dan mencari bibit yang sebenarnya. hilangkan kolusi dalam pemilihan pemain, berikan kesempatan mereka keluar, kalo hashilnya mandek lekas-lekas kasih kesempatan yang sama kepada pasangan lain.

Kalo diliat dari gelagat sekarang--saya harap--Vita/ Grace bakalan dipertahankan. Jo yg udah kelamaan di Pelatnas dan juga masih cedera kemungkinan bakalan bye bye. Maaf, penampilan Jo emang lumayan tapi
tidak semenggigit Vita. Anehnya pemasangan dua putri dari ganda campuran nampaknya menjadi keengganan PBSI padahal juga dulu mereka selalu diimbau untuk coba-coba mengingat ganda-ganda utama juga bermain dua kali (liat Gao Ling, Ra Kyung Min, Gail Emms etc).

Seingat saya dulu Vita/Butet pernah dipasangkan, tapi juga tidak maksimal. Grace/Vita ini lah contoh pasangan 'keras' yang bisa menjadi lawan dunia.

Rani/Endang memang nomor satu Indonesia sebelum masuknya Vita/Grace. Tapi Rani/Endang juga tidak 'sekeras' Vita/Grace dalam hal serangan dan bermain. Buktinya melawan ganda singapura asal Cina Li Yujia/Jiang Yanmei saja Endang/Rani kalah jauh. Sedangkan situasi sebaliknya dialami Vita/Grace di perempat final Malaysia Super Series.

Sayang Butet sudah dispesialisasikan main di campuran. Dulu saya pernah interview tapi jawabannya yah mereka juga ingin konsentrasi di campuran dan juga itu kemauan pelatih. Karena posisi mereka yang harus dijaga. Saya melihat Pia/Butet suatu kemungkinan yang bagus.

Sumber: badminton-indonesia@yahoogroups.com

Berita Jurnal Komunitas Lainnya