Berita > Berita

Simon Santoso
Suasana Baru Kuncinya

Jumat, 23 Maret 2007 00:14:01
1339 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

''Jangan terlalu dibesar-besarkan. Simon belum jadi juara dunia atau merebut emas Olimpiade. Dia baru masuk final di turnamen Super Series. Perjalanannya masih panjang,'' ujar pelatih Hendrawan.

Wajar Wawan, sapaan ayah dua anak itu, mewanti-wanti. Dia tidak ingin Simon Santoso menjadi cepat besar kepala. Padahal, apa yang dicatat anak didiknya itu di Basel pekan lalu itu belumlah apa-apa. Dia baru ke final dan akhirnya dikalahkan pemain Cina, Chen Jin.

Kendati gagal menuntaskan impian di partai puncak, di mata Hendrawan, pemain berusia 21 tahun asal Tegal (Jateng) itu sudah menunjukkan hasil bagus. Kesuksesan ke partai final itu pantas dihargai. Apalagi, langkah ke babak akhir salah satunya dengan mengalahkan pemain terbaik dunia saat ini asal Cina, Lin Dan.

''Hasil ini tentu sangat positif bagi Simon. Dia mengaku permainannya makin mantap,'' ujar Hendrawan.

Simon sendiri seperti dikutip dari situs bulutangkis internasional menyebut salah satu kunci suksesnya adalah suasana baru. Memang, sejak Januari dia ditangani Hendrawan.

''Saya mempunyai pelatih baru sekarang, Hendrawan, dan asisten Marlev Mainaky. Kami telah bekerja keras dan merasa sangat senang dengan cara melatihnya. Ini tentu merupakan perbedaan yang sangat besar,'' kata Simon.

Makin Yakin

Hendrawan menjelaskan, walau gagal merebut mahkota juara, kemenangan Simon atas Chen Yu dan Lin Dan serta keberhasilan Sony Dwi Kuncoro atas Bao Chunlai menyiratkan aura positif. Paling tidak keyakinan pemain Indonesia bertambah.

Maklum, selama ini pemain-pemain Cina itu sulit dikalahkan di banyak turnamen. Hanya Taufik Hidayat yang bisa mengatasi Lin Dan dkk. Karena itu, dengan kemenangan tersebut, rasa percaya diri Simon dan Sony pun diharapkan makin tebal.

''Berbekal kemenangan itu, bisa saya katakan mereka ebih yakin. Seandainya bertemu kembali, mereka tidak takut-takut lagi. Apa yang dilakukan Simon dan Sony sudah berada pada jalur yang benar,'' sebut juara dunia 2001 di Sevilla itu.

Kemenangan Simon dan Sony itu diharapkan bisa menjadi awal baik bagi mereka dan juga perbulutangkisan nasional untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan di masa datang. ''Sekarang memang kalah sih oke, tetapi kali lain masak enggak tembus juga?'' tuturnya.

Yang utama, tukas Hendrawan, dari segi nonteknis pemain sekarang makin mantap. Seandainya bertemu pemain top dunia yang lain, diharapkan mereka juga tetap yakin bisa mengatasi. (Broto Happy W./bolanews.com)

Berita Berita Lainnya