Berita > Berita

Soal Dana Pelatnas
Pemerintah Tidak Bertanggung Jawab bila Lepas Tangan

Jumat, 23 Maret 2007 23:06:17
1139 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

[Jakarta] - Pemerintah tidak bisa lepas tangan soal pendanaan Pelatnas SEA Games yang hingga kini baru dikucurkan sebesar Rp 70 miliar dari rencana anggaran sebesar Rp 300 miliar. Karena pemerintah semula berjanji akan membantu sepenuhnya , tetapi hanya bisa memberikan Rp 70 miliar dan tidak akan mengucurkan dana tambahan lagi.

Sikap pemerintah seperti ini dinilai oleh banyak pihak sebagai tidak bertanggungjawab. Hal itu dikemukakan oleh Ketua Harian KONI DKI, Yudhy Suyoto di Jakarta, Jumat (23/3) pagi. Menurut Yudhy hanya pemerintah yang diminta pertanggungjawabannya, bukan KONI dan Satgas. Satgas hanyalah sebagai pelaksana pengawasan Pelatnas, sementara KONI tidak lagi memiliki kewenangan.

Kewenangan KONI untuk mencari dana telah ''dikebiri'' pembentukan Satgas oleh Mennegpora. Menurut Yudhy, ketidakpastian pendanaan ini sangat berpengaruh terhadap proses latihan atlet di Pelatnas. Saat ini, kata Yudhy, sebagian besar atlet DKI yang tergabung di Pelatnas SEA Games mulai resah. Mereka resah karena hingga saat ini belum menerima uang saku. Di samping itu, terdapat ketidakpastian soal uji coba, serta ada keputusan baru dari Satgas yang akan mengurangi jumlah cabang olahraga, dan jumlah atlet membuat proses latihan tidak bisa berjalan dengan baik.

Sejumlah atlet judo yang ditemui meminta agar wartawan menyampaikan kepada Satgas supaya uang saku mereka segera dibayarkan. Menurut Yudhy, kalau sudah begini, rasanya sulit kita berharap mempertahankan posisi di empat besar ASEAN. Bisa jadi hasilnya berada di peringkat kelima katanya.

Duduk Bersama

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo mengatakan bahwa pihaknya akan duduk bersama Mennegpora Adhyaksa Dault dan Ketua Satgas Pelatnas, Achmad Sutjipto untuk membicarakan bagaimana mengatasi masalah kurangnya dana untuk pembiyaan Pelatnas SEA Games Thailand 2007. ''Satgas sendiri seharusnya mengevaluasi berapa alokasi sebenarnya untuk pembiayaan Pelatnas. Apa benar kurang Rp 100 miliar atau Rp 50 miliar?,'' kata Rita kepada wartawan, kemarin.

Meski tidak secara ekplisit menjelaskan berapa bantuan yang akan dikucurkan KONI ke Satgas Pelatnas, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) tersebut mengaku akan mencoba membantu sedapat mungkin kendala pendanaan Pelatnas. ''Karena anggaran yang sangat terbatas, KONI Pusat dalam waktu dekat akan mencoba meminta bantuan kepada para pengusaha untuk mendukung Pelatnas SEA Games 2007,'' ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rita Subowo juga memaparkan hasil pertemuannya dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jacques Rogge di Lausanne, Swiss pada Senin (19/3) lalu. Dalam pertemuan yang berlangsung selama 40 menit itu, Rita menceritakan kepada Rogge kondisi olahraga Indonesia yang memprihatinkan karena terus memperlihatkan trend menurun di berbagai multievent.

''IOC setuju dengan program pertukaran bagi Indonesia dengan mengirimkan pelatih ke beberapa negara maju,'' papar Rita. [W-6/M-17/suarapembaruan.com]

Berita Berita Lainnya