Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Diskusi Service Bulutangkis (Bagian II)

Rabu, 28 Maret 2007 16:11:23
1748 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Oleh: Putuarga

Wah menarik nich diskusinya. Ok, saya sekedar memberikan info saja.

Sama seperti yang di sampaikan oleh Bung Ferry K, sebetulnya service single yang terdapat dalam buku panduan itu tidak harus ditiru 100%. Tapi yang perlu diambil intisarinya adalah ketentuan Federasi Bulutangkis Dunia yang menyatakan bahwa ketinggian maksimal dalam melakukan service adalah sebatas pinggang/pusar. Dalam hal ini yang dimaksud dengan ketinggian maksimal itu adalah frame raket tidak lebih tinggi dari pinggang / frame. Terserah para pemain dalam melakukan gaya untuk melakukan service tersebut.

Memang ada pemain yang melakukan service posisi grip diatas frame. Ada juga yang melakukannya grip pada posisi setengahnya. Itu tergantung kenyamanan dan kebiasaan para pemain itu sendiri.

Untuk service pendek (backhand) pada single, rasanya memang agak beresiko. Karena biasanya service ini di lakukan mendekati garis depan. Akibatnya, penerima service akan melakukan pengembalian ke posisi paling belakang (base line). Tentunya bagi pemain alam (bukan didikan) ini akan menjadi problem. Apalagi jika pemain tersebut kurang cepat dalam mengantisipasi atau pemain tersebut lemah untuk pukulan backhand.

Memang dalam main single lebih aman jika melakukan service tinggi. Karena banyak faktor yang bisa menguntungkan para pemain.

1. Pada saat service dilakukan, bola akan turun lebih lambat. Maka pemain yang service tersebut punya sedikit waktu untuk mempersiapkan pertahanannya.
2. Pada saat service dilakukan, jatuhnya shuttlekock adalah vertical. Tentunya lawan akan lebih cenderung melakukan kesalahan dalam memukul bola. Hal ini di karenakan bulu pada shuttlekock akan lebih dulu kena pukul dibandingkan kepala shuttlekock itu sendiri.
3. Prinsip bermain single menurut saya adalah menyerang berarti harus siap terkuras tenaga. Karena kenderungan pemain, begitu mendapatkan bola tinggi smash keras pasti akan di lakukan. Mungkin service ini kebanyakan digunakan pada sistim skor 15. Tapi untuk sistim rally point saat ini jarang saya temukan. Karena pada sistim rally point (21) saat ini, stamina sepertinya kurang begitu diprioritaskan.

Demikian dari saya.

(Badminton-indonesia@yahoogroups.com)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya