Berita > Berita

Ratih Banten
Klub Paling Banyak Rekrut Pebulutangkis Asing

Minggu, 01 April 2007 08:52:06
1651 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Hanya Bayar Akomodasi untuk Rekrut Pemain Jepang
Perkumpulan bulutangkis memberikan respon positif atas penyelenggaraan Superliga Badminton 2007. Klub-klub kecil yang harus melalui babak kualifikasi pun begitu bersemangat. Salah satunya adalah Ratih Banten.

Sore kemarin, suasana GOR Bulutangkis Audi di kompleks perumahan Catalina, Banten, lain dari biasanya. Dari luar, sering terdengar nyaring terdengar teriakan dalam bahasa Jepang, dari pada bahasa Indonesia.

Instruksi dalam bahasa Jepang tersebut diberikan karena ada empat pemain asal Negeri Matahari Terbit yang sedang berlatih. Mereka adalah dua pebulutangkis wanita, Era Yuria dan Miyoshi Nao, serta dua pebulutangkis pria, Iwawaki Nineo dan Hayasaka Kouhei. Mereka direkrut Ratih Banten, klub yang bermarkas di GOR Audi, untuk tampil di kualifikasi Superliga Badminton 2007 pada 3 - 7 April mendatang di Surabaya.

Adalah Rionny Mainaky, pelatih yang memberikan instruksi dalam bahasa Jepang. Dia fasih karena sebelumnya 12 tahun di Jepang. Selain dia, manajer tim wanita Ratih Banten, Nunung Subondoro, hingga saat ini masih berstatus pelatih di salah satu klub di Jepang. Kondisi itulah yang membuat aroma Jepang begitu kental di Ratih Banten.

''Jepang memang bukan negara besar dalam dunia bulutangkis. Namun, pebulutangkis yang kami miliki saya rasa cukup tangguh untuk bersaing di kualifikasi Superliga Badminton,'' yakin Rionny.

Nineo merupakan juara liga bulutangkis Jepang 2005-2006. Di nomor ganda pria, Nineo berpasangan dengan Hayasaka Kouhei, salah satu pasangan terkuat di Jepang. Sementara itu, Era Yuria memiliki pengalaman yang cukup bagus di Indonesia. Pada 2005, dia menjadi finalis JPGG di Surabaya.

''Dia bisa menjadi penasihat bagi rekan-rekannya untuk beradaptasi dengan cuaca panas di Surabaya,'' papar Rionny.

Dengan merekrut empat pebulutangkis Jepang, Ratih Banten menjadi klub dengan pemain asing paling banyak. Selain Ratih Banten, ada pula Musica Champions Kudus yang merekrut pemain asing. Namun, mereka hanya memiliki satu pemain asing yaitu Lee Tsuen Seng dari Malaysia. Pun demikian halnya dengan BPKD Kutai Kartanegara yang mendatangkan satu pemain asing asal Vietnam, Nguyen Tien Minh.

Pemilik klub, Edwin Harris, menampik bahwa pihaknya mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan pemain-pemain asing tersebut.

Menurutnya, Ratih Banten hanya mengeluarkan biaya akomodasi. ''Kami memiliki hubungan yang baik dengan beberapa klub di Jepang. Mereka juga sering melakukan try out ke klub kami. Karena itu, kami tidak perlu membayar ketika mengajak mereka tampil di Superliga,'' papar Harris.

Ratih Banten adalah satu dari empat unggulan yang ada di nomor pria. Mereka akan bersaing ketat dengan Musica Champions Kudus, Mutiara Bandung, dan BPKD Kutai Kartanegara Kalimantan Timur untuk memperebutkan tiga tiket ke babak utama. Sementara, di nomor wanita, mereka akan bersaing ketat dengan Mutiara Bandung dan Semen Gresik yang menjadi unggulan utama. ''Kami yakin bisa menembus babak utama. Kalau itu tercapai, kami akan merekrut pemain terbaik dari Jepang seperti Shoji Sato,'' ungkap Edwin.

Ratih adalah klub yang baru berdiri 2004 lalu. Edwin yang juga menjabat sebagai Ketua Pengda PBSI Banten, pada awalnya hanya mau menerima pebulutangkis wanita. Namun, karena kesulitan mendapatkan pemain wanita, mereka akhirnya menerima pebulutangkis pria. (NANANG P. - MARCO T./indopos.co.id)

Berita Berita Lainnya