Berita > Berita

Superliga Badminton 2007
Maklumi Minimnya Peserta Wanita

Senin, 02 April 2007 07:15:33
953 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

SURABAYA - Minimnya tim wanita di Superliga Badminton 2007 cukup dimaklumi PB PBSI. Dari 16 peserta babak kulifikasi ajang profesional bulutangkis kali pertama itu, hanya enam klub yang mengirimkan pebulutangkis wanita, yakni Mutiara Bandung, Suothsuco Sulawesi Selatan, Ratih Banten, Semen Gresik, Bina Bangsa Jakarta, dan Kotab Dishub Bandung.

Padahal, awalnya, Indocafe Medan juga akan meramaikan persaingan kelompok wanita. Tetapi, dengan beberapa alasan internal klub, Indocafe membatalkan keikutsertaannya.

''Keterbatasan dana masih menjadi permasalahan yang mengemuka bagi klub-klub daerah. Selain itu, tidak dapat dipungkiri pebulutangkis wanita memang tidak mudah didapatkan saat ini,'' terang Mimi Irawan, ketua bidang turnamen dan perwasitan PB PBSI.

Sdikitnya pebulutangkis wanita itu memang bukan hanya persoalan yang dimiliki klub, tetapi telah menjadi permasalahan nasional di bulutangkis. ''Lihat saja sekarang, di pelatnas berapa perbandingan jumlah pebulutangkis wanita dan pria. Tentu, pebulu tangkis wanita lebih sdeikit dibandingkan prianya, sudah begitu beberapa di antaranya mengalami cedera,'' tutur Mimi yang juga menjabat sebagai manajer Superliga itu.

Nah, dengan adanya Superliga itu, Mimi berharap masing-masing klub di daerah tak segan membina pebulutangkis wanita. Toh, menurutnya, wadah berupa kompetisi sudah ada dan bakal digulirkan secar rutin setiap tahun.

Selain itu, tambahnya, gairah pembinaan peningkatan kualitas pebulutangkis wanita akan turut terdongkrak dengan adanya pebulutangkis asing. ''Pebulutangkis lokal dapat melihat kualitas pebulutangkis asing. Dengan sendirinya mereka akan berpacu dan harus untuk mendapakan kemenangan di rumah sendiri,'' jelas Mimi.

Prestise klub, terangnya, juga bakal menjadi pertaruhan di ajang tersebut. Jadi, masing-masing klub tentu bakal menurunkan pebulutangkis andalannya. ''Klub-klub itu tentu tidak mau menjadi tim pengekor di sini. Di situlah kualitas pebulutangkis menjadi ujung tombak kekuatan tim,'' tukas Mimi. (vem/indopos.co.id)

Berita Berita Lainnya