Berita > Berita

Calon Susy Sudah Lahir

Selasa, 17 April 2007 13:51:12
1942 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Mantan pebulutangkis Lidya Djaelawijaya tersenyum puas. Keinginan besar untuk bisa ikut melahirkan pemain masa depan setidaknya sudah ada di depan mata. Mahana Ramadini dan Rafika Mutiara adalah kandidatnya.

Kedua pemain cilik ini bukan hanya menjadi juara nomor tunggal pemula dan anak-anak Kejuaraan Bulutangkis Piala Gubernur Jabar Danny Setiawan yang berakhir Minggu (15/4). Dua pemain yang memiliki bakat dan keterampilan menawan itu juga terpilih sebagai Atlet Terbaik dan Harapan kejuaraan yang memperbutkan hadiah total Rp 50 juta itu.

''Hana dan Rafika adalah calonnya. Saya senang dari kejuaraan ini ada bibit-bibit andal yang bisa menjadi pemain masa depan. Mereka ini kelak harus menjadi Susy Susanti baru,'' tutur Wewey, sapaan akrab mantan juara Indonesia Terbuka ini.

Hana dan Rafika sukses dalam turnamen yang berlangsung 11-15 April di GOR Lidya, Tasikmalaya (Jabar). Di partai puncak, Hana, pelajar kelas 6 SD Negeri 6 Singaparna, mengalahkan Mareta asal klub Mutiara Bandung, 21-23, 21-16, 21-19, sedang Rafika mengandaskan Marsa (Mutiara Bandung), 22-20, 21-8.

''Saya memang ingin seperti Kak Susy,'' kata Hana setelah menerima piala sebagai Atlet Terbaik Putri. ''Waduh, pialanya sangat besar. Saya belum pernah menerima piala sebesar ini sebelumnya,'' tambahnya.

Prestasi Hana sebelumnya juga mengkilap. Dia pernah menjadi juara bulutangkis dalam Porseni SD di Jakarta tahun lalu.

Hal serupa juga dituturkan Rafika. ''Saya ingin menjadi juara bulutangkis seperti Kak Susy. Saya ingin menggantikannya nanti,'' sebut Rafika, pelajar kelas 4 SD Kotip Sumedang itu.

Sukses Besar

Perhelatan yang melibatkan sekitar 900 peserta terbilang sukses. Padahal, ini merupakan hajatan pertama yang digelar Lidya. GOR dengan delapan lapangan kayu itu cukup representatif menggelar kejuaraan.

Yang lebih lagi, penonton pun selalu memadati arena yang dibangun di atas lahan 1,5 hektare tahun lalu itu. Seperti di partai final, sekitar 1.500 memenuhi tribun. Mereka merasa terhibur dengan tontonan tepok bulu itu. Kegembiraan publik Tasik pun terasa lengkap setelah di partai penutup, pasangan tuan rumah, Tatang/Pepep, menjadi kampiun dengan mengalahkan pemain Mutiara Bandung, Indra/Robby, 21-15, 22-20.

''Saya bersyukur kejuaraan berjalan sukses, apalagi pembukaan dibuka Gubernur Jabar,'' tutur Teddy Djaelawijaya, ayah sekaligus Ketua Pengcab PBSI Tasikmalaya.

Suksesnya perhelatan juga disyukuri penaja kejuaraan. Perusahaan peralatan bulutangkis Toppro dan shuttlecock Sinar Mutiara Tegal menyebut puas dengan kejuaraan yang diikuti 60 perkumpulan itu.

''Toppro terus terang merasa puas karena kejuaraan sukses dan penonton juga penuh,'' ujar Eddy Kurniawan, bos Toppro. ''Saya pun senang acara ini berjalan lancar. Pemain tidak mengeluh soal shuttlecock yang dipakai,'' tambah Bambang Siswanto, pemilik perusahaan Sinar Mutiara Tegal.

Namun, dari semua itu tentu yang paling bergembira adalah perkumpulan Mutiara Bandung. Meski hanya mengirim tim kedua, klub yang dulu bernama Blue White itu dinobatkan sebagai juara umum setelah menyabet delapan gelar juara.

''Ini kebanggaan yang lain. Anak-anak ternyata bisa menjaga prestasi, seperti kakak-kakaknya,'' ujar pelatih Sian Sugiarto. ''Kami akan membina terus pemain sebab terget kami adalah melahirkan pemain dunia,'' ucap pembina Mutiara, Yoseph R. Hidayat. (bhw/bolanews.com)

Berita Berita Lainnya