Berita > Berita

Annual General Meeting BAC
Bang Yos Ingin Mirip Tenis

Selasa, 24 Juli 2007 19:24:59
1160 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

''Saya ingin memajukan cabang bulutangkis seperti halnya tenis. Memang berat, namun di dunia ini tidak ada yang mustahil. Kalau kita mau bekerja keras, tentu kelak ada hasilnya,'' tegas Sutiyoso.

Itulah salah satu impian yang ingin dicapai Bang Yos setelah secara aklamasi terpilih sebagai Presiden BAC (Badminton Asia Confederation) periode 2007-2011 dalam Annual General Meeting (AGM) di Hotel Prince, Kuala Lumpur, Minggu (22/7) siang. AGM diikuti 42 delegasi yang datang dari 26 negara.

Rapat tahunan ini berjalan mulus. Ketua Umum PB PBSI itu dipercaya memimpin kembali BAC periode kedua karena memiliki kepemimpinan, komunikatif, dan memiliki visi ke depan menyangkut kemana bulutangkis Asia akan dibawa. Sebelumnya, berlangsung Extra Ordinary Meeting untuk mengamandemen ketentuan masa bakti dari dua jadi empat tahun seperti BWF.

Selain ingin mempopulerkan bulutangkis, program yang akan terus dilaksanakan Bang Yos di antaranya menggelar kejuaraan bagi pemain U-16 memperebutkan Piala Bang Yos, memberikan subsidi terhadap negara yang belum maju, serta memindahkan turnamen-turnamen besar agar bisa digelar di negara-negara Asia yang belum mengenal bulutangkis.

''Selama dipimpin Sutiyoso sejak 2005, BAC tidak ada gejolak. Dia juga memiliki ide dan visi yang sangat cemerlang bagi kemajuan bulutangkis. Namun, yang terpenting adalah jiwa kepemimpinannya,'' sebut Sekjen BAC, V. K. Verma.

Suara senada juga datang dari Karen Koh, Chief Operating Officer BAC. Menurutnya, di tengah kesibukan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso masih memiliki kepedulian besar untuk memajukan bulutangkis Asia.

Kostum Pemain

Bang Yos mengatakan sebagai negara bulutangkis, Benua Asia harus menjadi center of excellence olahraga tepok bulu. Karena itu, selama kepemimpinan, dia terus berusaha agar bulutangkis makin populer dan berkembang di seluruh 39 negara anggota di Asia.

Selain itu, karena memiliki posisi tawar yang tinggi, Asia harus bisa menjadi lokomotif bagi kemajuan bulutangkis di dunia internasional. Posisi ini diperlukan terutama untuk menyikapi kemungkinan cabang bulutangkis akan digusur dari pesta olahraga sejagat setelah Olimpiade London 2012.

''Untuk menyaingi popularitas tenis, salah satunya dimulai dari kostum pemain. Saya sudah meminta pihak Yonex untuk merancang kostum pemain putri seperti layaknya kostum yang dipakai Maria Sharapova. Jangan seperti seragam pemain kita yang sudah ketinggalan zaman itu,'' tegas Bang Yos.

Selamat bertugas!

Susunan Pengurus BAC 2007-2011
Presiden: Sutiyoso
Wakil Presiden: Liu Fengyan (Cina), Mehdi Karbasian (Iran), G. Sulistiyanto (Indonesia), Naqi Mohsin (Pakistan), Mohammad Rashid Al-Abed (Jordania), Amanda Weerasinghe (Srilanka)
Honorary Secretary General: V. K. Verma (India)
Honorary Treasurer: Kim Hak-suk (Korea)

Komisi-Komisi
Keuangan: Amanda Weerasinghe (Srilanka)
Pengembangan: (Tokoh Malaysia)
Events: Surasak Songvorakulpan (Thailand)
Teknik: Li Yongbo (Cina)
Pemasaran: Le Dan Xu (Vietnam)
Peraturan/Hukum: Junichiro Yamada (Jepang)
Publikasi/Penghargaan: Dr. Mohammad Rashid Al-Abed (Yordania)

Direktur Regional
Asia Timur: Liu Fengyan
Asia Barat: Mehdi Karbasian
Asia Tenggara: G. Sulistiyanto
Asia Selatan: Naqi Mohsin

Presiden-Presiden BAC
2007 2011 Sutiyoso
2005 2007 Sutiyoso
2003 2005 Kang Young Joong (Korea)
2001 2003 Mamoru Otake (Jepang)
1999 2001 Korn Dabbaransi (Thailand)
1997 1999 Korn Dabbaransi (Thailand)
1995 1997 Chung Jung-hoon (Korea)
1993 1995 Tong Yun Kai (Hong Kong)
1991 1993 Tan Sri Elyas Omar (Malaysia)
1989 1991 (Kosong)
1987 1989 Yanagawa (Jepang)
1973 1987 Henry Fok (Hong Kong)
1965 1975 Syshil Ruia (India)
1959 1965 Tunku Abdul Rahman (Malaysia)

(Broto Happy W./bolanews.com)

Berita Berita Lainnya