Berita > Artikel > Wawancara

Marlev Mainaky
Mental Junior Terkendala Jam Terbang

Rabu, 29 Agustus 2007 08:37:54
2520 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Raihan dua gelar Indonesia dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Malaysia lalu menjadi momen kebangkitan atlet penghuni Pelatnas Cipayung. Sayang, itu belum dibarengi dengan prestasi Pebulu Tangkis Pratama. Mengapa itu terjadi? Berikut wawancara Jawa Pos dengan pelatih tunggal pria dan wanita pratama Pelatnas Cipayung Marlev Mainaky, kemarin:

Mengapa pembinaan bulu tangkis junior Indonesia masih tertinggal?
''Sementara ini kami kurang mendapat banyak kesempatan untuk mengirim pemain junior ke ajang internasional. Saya ambil contoh, banyak sekali turnamen yang diikuti pemain junior Jerman selama ini. Dengan demikian, ada kemajuan yang signifikan terutama dari segi mental.

Apa kekurangan utama pemain yang Anda latih?
''Saya melihat anak-anak sebenarnya sudah bagus dalam hal teknik. Mereka hanya kurang konsisten di lapangan. Selain itu, mereka juga belum bisa mengambil keputusan sendiri. Mereka masih perlu dibimbing bagaimana menghadapi lawan yang karakternya tak sama.''

Dengan ditiadakannya seleknas, apakah akan berdampak? Bagaimana solusinya?
''Lebih baik dimaksimalkan yang ada dengan menambah jam terbang di turnamen-turnamen internasional untuk memperbaiki mental. Memang, idealnya harus ada seleknas untuk memantau perkembangan atlet daerah. Di sisi lain atlet Pelatnas harus membuktikan diri bila melawan atlet daerah. Selain itu, pemandu bakat menjadi ujung tombak untuk memantau perkembangan atlet di daerah.''

Apa target dan bagaimana kans atlet anda dalam even ini?
''Kami sudah ditarget PB harus juara. Setidaknya, kami punya keuntungan yang harus dimaksimalkan saat anak-anak tampil di Surabaya. Sekalipun mainnya di luar Jakarta, bagaimanapun ini tetap kandang sendiri.''

(luq/sep/pen/dns/indopos.co.id)

Berita Wawancara Lainnya