Berita > Berita

Ketika GOR Sudirman Membawa Peruntungan Bagi Tunggal Pria Korea

Senin, 03 September 2007 04:40:31
1395 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Oleh: SURYO EKO PRASETYO, Surabaya

Juara Indonesia Challenge 2007, Ji Hoon Hong Siap menjadi Penerus Park

GOR Sudirman menjadi arena pendadaran yang baik bagi tunggal pria Korea. Juara Jawa Pos Gudang Garam Satellite 2005 Park Sung Hwan kini menjadi andalan Korea. Ji Hoon Hong mencoba mengikuti jejak seniornya tersebut, berbekal gelar Gudang Garam Jawa Pos Indonesia Challenge 2007.

Park Sung Hwan tampil sebagai kampiun Jawa Pos Gudang Garam Satellite 2005 setelah mengalahkan mantan juara Asia Jeffer Rosobin. Tunggal pria pertama Korsel itu membukukan sejarah sebagai pemain asing pertama yang mampu menjadi juara turnamen internasional yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya tersebut.

Tentu tidak mudah menghadapi jagoan tuan rumah yang didukung ribuan suporter. Selain menghadapi lawan yang sebenarnya dan tekanan mental dari penonton, dia kerap memprotes keputusan hakim garis yang dianggap menguntungkan pemain tuan rumah.

Dua tahun berselang, tepatnya Sabtu (1/9), memori manis Park kembali terulang. Dua tunggal pria, Cheol Ho Lee (ranking keempat nasional Korea) dan Ji Hoon Hong (ranking keenam nasional Korea), berhasil menembus final setelah mengandaskan dua ujung tombak Pelatnas PBSI di semifinal sehari sebelumnya. Lee menekuk Yunus Alamsyah 21-12, 10-21, 21-16. Hong mempermalukan Indra Bagus Ade Candra 21-16, 21-11.

Hong akhirnya berhasil mengatasi kompatriotnya dengan rubber game 21-15, 11-21, 21-11 pada duel final. ''Ini gelar juara internasional pertama bagi saya. Sebelum final, saya yakin bisa juara karena saya sudah melewati tahap yang terberat di babak ketiga (mengalahkan unggulan ketiga Kestutis Navickas dari Lithuania, Red) dan semifinal,'' ungkap Hong. ''Saya bisa lalui semua ini karena didampingi pelatih dan saran senior di pelatnas,'' lanjutnya.

Memang, itu kali pertama Hong ke kota Pahlawan. Sebelum bertolak ke Indonesia, pemain yang belum genap 21 tahun tersebut banyak bertanya kepada Park mengenai cara meredam keangkeran GOR Sudirman. ''Dia memberi saran agar menikmati saja dukungan suporter ke lawan,'' lanjut Hong yang menduduki peringkat ke-172 BWF itu.

Terkait dengan keyakinannya mampu menang di final lantaran runner-up Mongolia Sattelite 2006, itu karena dia sudah sering bertemu dengan Lee yang lebih tua setahun dalam sparring maupun pertandingan resmi. ''Di India Satellite tahun lalu, saya kalah dari dia. Saya harus bisa membalasnya di Surabaya,'' tandas Hong.

Data Ji Hoon Hong
Kelahiran : 31 Oktober 1986
Ranking BWF : 172
Ranking nasional : 6
Gabung pelatnas : 2005
Prestasi : juara Indonesia Challenge 2007 dan runner-up Mongolia Satellite 2006
Kiprah 2007 : babak I Kejuaraan Asia, babak II Osaka International Challenge, dan babak kualifikasi Korea Super Series

(jawapos.co.id)

Berita Berita Lainnya