| Ranking PBSI |
 |
| BWF |
 |
| Join MBI |
 |
| www.Taufik-Hidayat.com |
 |
| Solidarity and Badminton |
 |
| Badminton Game |
 |
|
|
 |
 |
|
| Berita /
Berita |
|
| BWF Pertimbangkan Eagle Eye | | By admin |
| Minggu, 03-Februari-2008, 08:20:27 |
838 klik |
 |
 |
|
|
|
|
| LONDON - Keprihatinan mendalam disuarakan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) atas insiden yang terjadi di Korea Super Series 2008. Laga final tunggal pria tercoreng oleh sikap pengadil lapangan yang dianggap andalan Tiongkok Lin Dan terlalu memihak tuan rumah. |
|
|
|
|
Bulutangkis.com - LONDON - Keprihatinan mendalam disuarakan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) atas insiden yang terjadi di Korea Super Series 2008. Laga final tunggal pria tercoreng oleh sikap pengadil lapangan yang dianggap andalan Tiongkok Lin Dan terlalu memihak tuan rumah.
Ujungnya, Lin Dan harus mengakui keunggulan andalan Korsel Lee Hyun Il 21-4, 21-23, 23-25. Kekisruhan terjadi saat wasit memberikan match point kepada Lee.
Lin Dan melemparkan raket ke arah pelatih Korsel asal Tiongkok, Li Mao. Selanjutnya, aksi saling dorong dan adu mulut terjadi antara Li Mao dan pelatih Tiongkok Zhong Bo.
Anggota Komisi Olahraga BWF Anne Smillie pun meminta agar insiden tersebut diusut tuntas. Dia tak mau kejadian yang berpangkal dari ketidaktegasan pengadil di lapangan tersebut terulang dan berpotensi mencoreng sisi sportivitas olahraga tepok bulu.
''Semua itu merusak citra olahraga ini dan memperlemah kepercayaan pada hasil pertandingan. Para pemain, pelatih, ofisial bidang teknik, dan ofisial tim di sisi lapangan memiliki aturan bersikap yang harus diikuti,'' ungkap Smillie seperti dikutip Reuters.
Smillie menambahkan, pertandingan bulutangkis harus tetap berlangsung seru. Namun, yang perlu diingat adalah hasil akhir ditentukan pemain di lapangan, bukan oleh ofisial di luar arena.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, BWF kembali menghangatkan wacana penggunaan teknologi untuk meyakinkan kinerja para pengadil di lapangan. Teknologi serupa yang dinamakan eagle eye itu sudah diterapkan pada olahraga lain, seperti tenis dan kriket.
Deputi Presiden BWF Punch Gunalan mengakui, para pemain harus lebih menghormati keputusan yang diambil wasit di lapangan. ''Terutama tahun ini, menjelang berlangsungnya olimpiade. Bulutangkis sedang diamati berbagai pihak di Beijing. Para pemain harus percaya bahwa pertandingan telah diorganisasikan secara profesional. Salah satu di antaranya, menghormati keputusan yang diambil ofisial pertandingan,'' terang pria kelahiran Malaysia itu.
BWF segera menggelar pertemuan untuk membicarakan penggunaan teknologi eagle eye. Menurut rencana, pertemuan dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan All England, di Birmingham, Inggris, Maret mendatang. (ady/diq)
(jawapos.co.id) |
|
|
|
|
| Berita/Artikel Terakhir |
|
|
|
 |
| PB Djarum |
 |
| Badminton Shop Online |
 |
| PT. Victor Indonesia |
 VICTOR bersama dengan Tim Nasional Korea merebut Piala Uber untuk pertama kali |
| Dukung Komodo |
 |
| www.citraproperty.com |
 |
|
 |
|