Berita > Artikel > Wawancara

Jatim Kirim Surat Protes

Senin, 28 April 2008 08:21:46
1928 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Pengprov PBSI Jatim bereaksi keras atas pencoretan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto dari Tim Piala Thomas Indonesia. Otoritas tertinggi bulutangkis Jatim itu mengirimkan surat protes. Berikut petikan wawancara dengan Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI Jatim Ferry Stewart.

Bagaimana tanggapan Pengprov PBSI Jatim tentang pencoretan pasangan Luluk/Alvent?

Jelas kaget. Keduanya kan termasuk ganda terbaik di dunia. Peringkat terakhir pun, keduanya masih masuk 10 besar. Kami tidak tahu ada apa di balik keputusan PB PBSI ini.

Langkah yang akan diambil Pengprov PBSI Jatim sebagai tempat asal Alvent?

Minimal kami tidak tinggal diam. Jatim memang harus bereaksi atas hal ini dengan protes keras. Begitu mudahnya PB PBSI mengganti Alvent/Luluk dengan pasangan lain. Padahal, kualitas pasangan penggantinya berada di bawah pasangan Jatim/Jateng itu. Dalam ajang Piala Thomas, tidak hanya butuh kemampuan, tapi juga pengalaman.

Mengapa harus protes keras?

Sebab, kami tidak berada dalam tataran bertanya mengapa diambil keputusan itu, tapi memprotes dengan keras. Semua pihak kan sudah tidak lagi meragukan kemampuan pasangan itu jika dibandingkan dengan penggantinya.

Apakah Jatim menerima alasan PB PBSI mengganti Alvent/Luluk?

Tidak. Kejuaraan Asia di Johor beberapa saat lalu bukan satu-satunya ukuran menurunnya prestasi Alvent/Luluk. Apalagi capaian Alvent/Luluk yang kalah di babak delapan besar jauh di atas Joko/Hendra yang gugur di babak kedua.

Apa dampak dari keputusan PB PBSI ini bagi pasangan tersebut?

Dampaknya sangat luas dan sangat berpengruh pada penampilan Alvent/Luluk di olimpiade. Dalam hal ini, mental mereka dijatuhkan sebelum bermain di ajang penting.

Apakah ada dampak bagi perbulutangkisan nasional?

Itu akan jadi preseden buruk, khususnya bagi pembinaan. Ada hal yang tidak fair di PB PBSI. Sudah berjuang dengan sekuat tenaga tapi tetap saja kalah karena dikerjai. (luq/diq/ko)

(Sumber: indopos.co.id)

Berita Wawancara Lainnya