Berita > Artikel > Wawancara

Wawancara Luluk/Alvent
Tetap Dukung meski Kecewa

Rabu, 30 April 2008 01:30:00
3082 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Ganda peringkat tujuh BWF Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto secara mengejutkan tak termasuk dalam tim Thomas Indonesia 2008. Rasa kecewa dan sedih pasti dialami pasangan yang pernah menempati peringkat pertama pada 2004 ini. Apa saja yang mereka rasakan saat ini. Berikut penuturan Luluk/Alvent pada Erwin Fitriansyah dan Martinus Raya Bangun dari BOLA pada kesempatan yang berbeda:

Bagaimana perasaan setelah tahu tak termasuk dalam tim inti Piala Thomas?

Luluk (L): Sedih dan kecewa. Pertama, karena tidak bisa bergabung dengan rekan-rekan untuk merebut Piala Thomas. Kami juga kecewa karena sampai sekarang belum ada pemberitahuan langsung dari PBSI kepada kami.

Alvent (A): Kecewa pasti. Tapi mau bagaimana lagi? Hidup harus terus berjalan. Semoga buat kami keputusan ini bisa jadi pelajaran yang akan membuat kami meraih keberhasilan di masa depan. Kalau tak pernah jatuh, kita tak akan bisa maju.

Kapan tahu kalian tak termasuk dalam tim? Dari siapa?

L: Saya justru tahu hal ini dari wartawan.

A: Wartawan yang memberi tahu kami sore sebelum pengumuman resmi dikeluarkan. Pelatih belum bicara langsung alasan kenapa kami tak masuk tim. Mungkin juga karena saya sakit sejak pekan lalu dan belum bertemu pelatih.

Soal hubungan kalian yang tak harmonis, apa mungkin jadi salah satu alasan pencoretan?

A: Kami memang tak berbicara seperti kawan akrab di luar lapangan. Kami beda karakter, tapi sama-sama punya sikap keras. Mungkin pernah saat bertanding di lapangan kita berselisih paham. Namun, setelah selesai pertandingan, hal itu tak berlanjut karena kami juga melakukan evaluasi. Kalau memang kami benar-benar tak cocok, mana mungkin bisa bertahan terus sampai sekarang?

Sebelumnya, persiapan seperti apa yang sudah dilakukan?

L: Kami benar-benar telah mempersiapkan diri, khususnya untuk menghadapi Piala Thomas. Sebelumnya ketika rapat tim Thomas dan Uber 2008 yang pertama, kami dipersiapkan menjadi ganda kedua. Kami sudah merasa yakin sebagai ganda kedua dan melakukan persiapan secara maksimal.

Masih merasa pantas bergabung dengan tim Thomas 2008?

L: Saya pribadi masih merasa pantas. Tapi, itu saya kembalikan lagi ke penilaian orang lain. Kami mencoba membuktikan pantas atau tidaknya melalui fakta di lapangan dan prestasi. Tentu bisa dilihat sendiri dari peringkat kami.

Ada komentar tentang pemilihan ganda kedua dan ketiga?

L: Saya memang sedikit bingung karena kalau dilihat dari peringkat, seharusnya kami yang menjadi ganda kedua, sedangkan pasangan Candra Wijaya/Nova Widianto itu senior. Tentunya dengan keberadaan mereka pasti akan membimbing yang lebih muda. Tapi, saya menghargai keputusan yang sudah diambil oleh PBSI. Mungkin ini semacam strategi khusus dari PBSI untuk mencapai hasil terbaik.

Ada harapan untuk tim Thomas?

A: Saya berharap tim bisa sukses. Kami akan kembali berlatih seperti biasa. Meski tak masuk tim, kami akan dukung sepenuhnya perjuangan kawan-kawan. Banyak cara untuk itu, misalnya dengan menjadi lawan latih tanding saat latihan.

(Sumber: bolanews.com)

Berita Wawancara Lainnya