Berita > Artikel > Sosok

Flandy Limpele
Bagian Penting Tim Thomas Indonesia di Luar Tim Inti

Jumat, 09 Mei 2008 09:11:00
6418 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Oleh: Akhmad Efendi, Jakarta

Dedikasi dan Pegangan Kidal Jadi Keistimewaan

Tidak harus masuk dalam daftar sepuluh pemain skuad Thomas untuk menjadi pahlawan bagi tim Merah Putih. Flandy Limpele yang kalah bersaing tetap bersemangat mendukung tim. Meski hanya menjadi sparring partner, dia menjalankan peran itu dengan penuh dedikasi.

Penampilannya kalem. Meski murah senyum, Flandy yang menantu seorang jenderal itu terkesan dingin. Dia tidak suka banyak ngomong. Jika diwawancarai, dia akan menjawab to the point.

Ketika 13 Mei 2007 tersingkir dari babak pertama Indonesia Open, Flandy menyatakan bahwa faktor usia menjadi penyebab. ''Saya sudah tua Mas,'' ujarnya kala itu.

Kekalahan Flandy bersama Vita Marissa dalam nomor ganda campuran saat itu cukup mengagetkan. Sebab, sepekan sebelumnya, mereka menjadi juara di Singapura Terbuka. Harapan kepada mereka kala itu begitu tinggi karena Nova Widianto/Lilyana Natsir sedang terpuruk.

Ya, itulah Flandy. Dia merasa tidak ada yang harus ditutupi dari kekalahannya. Jika penampilannya labil, dia sadar benar bahwa itu disebabkan oleh usianya yang telah melampaui usia emas. Sebagai catatan, dia dilahirkan pada 1974 di Manado.

Kedewasaan itu pula yang ditunjukkan Flandy ketika namanya tidak masuk dalam Tim Indonesia di Piala Thomas. Meski bukan hal mudah bagi seorang pemain senior terlempar dari tim inti, dia bisa menerima dengan besar hati.

Awalnya, Flandy sebenarnya sempat masuk tim bayangan. Peluangnya sama besar dengan Nova. Meski Nova/Lilyana menduduki peringkat pertama BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), prestasi Flandy/Vita tidak kalah mentereng.

Sebagai pasangan baru, Flabdy/Vita memulai debut di Singapura Terbuka 2007 dan langsung menjadi juara. Mereka juga menjadi juara di Taiwan Open pada tahun yang sama. Terakhir, mereka berhasil meraih juara di Kejuaraan Asia di Malaysia dengan menundukkan Nova/Liliyana pada babak final.

Namun, dalam perebutan tempat di Tim Thomas, Flandy dinyatakan kalah bersaing dengan Nova. Bukannya ngambek, Flandy malah bersedia ketika diajak menjadi lawan uji tanding bagi rekan-rekannya yang masuk tim.

Selama tiga hari terakhir, Flandy terus mengikuti latihan di Istora Senayan. Dia melakukan itu, meski tidak mendapat jatah fasilitas hotel dan berangkat dari rumahnya Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang lumayan jauh.

''Saya tidak mau berpikir soal komposisi pemain yang masuk di Tim Thomas. Itu urusan pelatih untuk memilih pemain terbaik. Mungkin karena saya tidak layak, ya tidak terpilih,'' kata pria yang menjadi bagian tim Thomas Indonesia pada 2004 itu.

Dia mengaku tidak ada masalah soal siapa pun yang dipilih pelatih menjadi bagian dalam tim Thomas. Dengan berbesar hari, dia menyatakan, tujuan terpenting adalah bisa menjadi juara. ''Saya tidak bermasalah menjadi sparring. Saya melakukan ini untuk mendukung tim agar bisa lebih baik,'' tegas pria yang mengawali berkarir di ganda pria berpasangan dengan Eng Hian tersebut.

''Selama di sini, saya selalu membantu. Pada 2006, ketika tidak terpilih, saya juga terus membantu saat masih belum berangkat. Saya terus mendoakan agar tim Thomas bisa meraih hasil maksimal,'' ujarnya.

Dia juga berniat memberikan dukungan dengan menonton langsung saat pertandingan dimulai 11 Mei mendatang. ''Kalau memang tidak ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan, baru saya tinggalkan. Tapi, kalau lawan yang dihadapi itu berat seperti Tiongkok, Denmark, dan Malaysia, saya selalu menonton,'' ungkapnya.

Pegangan tangan Flandy yang kidal memang membuat dirinya sebagai sosok sparring partner yang pas. Itu akan sangat berguna bagi pemain ganda sebagai simulasi untuk menghadapi ganda Tiongkok yang memiliki kombinasi pemain kidal dan ortodoks. Termasuk, ganda terbaik dunia Fu Haifeng/Cai Yun.

''Saya pikir tim kita bagus. Tapi, lawan-lawan juga bagus. Kekuatan bulu tangkis sekarang lebih merata. Karena itu, harus benar-benar kerja keras,'' ujarnya berpesan. (ang)

BIODATA :

Nama: Flandy Limpele
Tempat/Tanggal Lahir: Manado, 9 Februari 1974
Tinggi/Berat: 180 cm/75 kg
Istri: Diana Sinta Sari
Anak:
-Andrew Azimi (5)
-Andrea Athenia (3)
Posisi: Ganda campuran bersama Vita Marissa
Prestasi Di Ganda Campuran:
- Juara Singapura Open Super Series 2007
- Juara Taiwan Open 2007
- Semifinalis Kejuaraan dunia 2007
- Semifinalis Filipina Open 2007
- Perempatfinal Jepang Open 2007
- Juara Kejuaraan Asia di Malaysia 2008

(Sumber: indopos.co.id)

Berita Sosok Lainnya