Berita > Artikel > Wawancara

Fisik Pemain Ada Kemajuan

Sabtu, 10 Mei 2008 07:51:37
2197 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Ketua Umum PB PBSI Sutiyoso memompa semangat tim Uber Indonesia saat sesi latihan pagi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, kemarin (9/5). Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Sutiyoso.

Bagaimana kondisi terakhir pemain Indonesia menjelang pertandingan besok?

Setahun terakhir, saya telah mengamati fisik pemain pelatnas yang banyak kekurangan. Itulah yang terus kita benahi. Namun, sekarang saya melihat sudah ada kemajuan. Salah satunya, itu tidak lepas dari bantuan KONI dalam menyediakan tenaga pelatih dari Australia, yakni Jason Kurfust. Mudah-mudahan upaya itu bisa membuat penampilan tim semakin baik.

Lantas, bagaimana dengan prediksi Anda soal peluang tim Thomas?

Untuk tim Thomas, yang penting bisa menembus final terlebih dulu. Dalam persaingan di Thomas, harus jujur bahwa Tiongkok memang lebih baik daripada kami. Karena itu, pemain harus kerja keras untuk bisa menjadi juara. Untuk jarak dekat, pemain harus konsentrasi agar bisa melewati tiga tim yang memiliki kekuatan setara dengan kita, yakni Malaysia, Korea, dan Denmark.

Untuk tim Uber?

Kalau untuk konsumsi media, torehan yang paling memungkinkan di Uber adalah menembus semifinal dulu. Tapi, para pemain sendiri terus diberikan semangat untuk bisa meraih prestasi lebih dari itu.

Apakah Anda menyiapkan bonus khusus bagi pemain dan berapa jumlahnya?

Itu tergantung dengan ada tidaknya donatur. Kalau donaturnya banyak, tentu atlet juga akan mendapatkan jumlah yang banyak.

Soal kostum tim wanita yang ingin dibuat lebih menarik?

Keinginan saya itu lebih untuk ke level dunia. Artinya, saya ini kan presiden di Asia dan berharap agar bulutangkis bisa terus berkembang. Karena itu, salah satunya adalah membuat kostum yang menarik. Kalau tim kita, saya pikir saya bebaskan saja.

Sebenarnya untuk apa dengan kostum model rok mini dan kaos tanpa lengan?

Kostum itu kan tidak hanya sekadar fungsi, tetapi juga fashion. Tujuannya, agar bisa menarik dan bisa memikat sponsor lebih banyak. Gambarannya ya seperti di tenis yang selalu ada model baru untuk kostum wanita.(pen/vem/aww)

(Sumber: indopos.co.id)

Berita Wawancara Lainnya