Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Catatan Perjalanan Bulutangkis
Final Uber Cup 2008

Rabu, 21 Mei 2008 22:21:41
6415 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Istora, 17 Mei 2008

Final Uber digelar hari sabtu, 17 Mei 2008 saat saya masih harus menyelesaikan presentasi tugas Film yang dibebankan dosen mata kuliah hubungan internasional kawasan, saat presentasi dan kuliah berakhir waktu telah menunjukan pukul 11.30, tapi kemudian saya masih harus memimpin rapat untuk study tour yang akan dilaksanakan bulan depan, selaku ketua panitia seharusnya saya bertanggung jawab penuh atas jalannya rapat hari itu.

Tapi demi mengejar kereta pukul 13.00 akhirnya rapat saya serahkan kepada sekretaris acara. Pukul 13.00 kereta berangkat dari stasion hall Bandung menuju stasion Gambir, Jakarta Pusat. Karena itu pertama kali saya menggunakan kereta, alhasil saya tidak bisa membedakan mana Bekasi mana Gambir, akhirnya nasib ketinggalan kereta harus saya telan mentah-mentah, kembali antri di loket dan membeli tiket KRL Bekasi-Jakarta.

Akhirnya pukul 17.15 kereta tiba di Gambir, Arief yang sudah menelpon saya sejak pukul 15.30 pun terus menanyakan dimana posisi saya berada. Niat untuk mencoba Trans Jakarta pupus sudah karena waktu yang sudah terlalu sempit, 45 menit lagi pertandingan Uber dimulai. Keluar Gambir, tukang ojek yang melihat saya berjalan sendiri tak segan langsung menawarkan jasanya, akhirnya dengan pertimbangan waktu saya setuju untuk melanjutkan perjalanan dengan ojek.

Tapi, sang supir ojek salah menterjemahkan tujuan saya, dia malah membawa saya ke bunderan senayan, bukan istora. Alhasil diapun harus menanyakan kepada orang yang ada di jalan lokasi istora. Dengan kecepatan tinggi, saya sudah pasrah jika di depan ada lubang kecil maka tak dapat dihindari saya pasti akan terpental, tapi alhamdulillah saya tiba di istora dengan selamat sekitar pukul 17.35 berbarengan dengan hadirnya presiden, saya sempat dibentak polisi gara-gara menghalangi jalan RI 1 tersebut.

Setelah berhasil menemui Bung Arief Rachman dan mengambil tiket, akhirnya saya sukses masuk ke istora yang saat itu telah dipenuhi sekitar 9000 penonton yang siap mendukung tim Uber Indonesia. Jalannya pertandingan telah diulas lengkap oleh laporan Bung Arief. Walaupun ditekuk China 3-0 tapi penonton menunjukkan apresiasi yang luar biasa kepada Tim Uber Indonesia yang secara mengejutkan bisa melebihi target yang dibebankan kepada mereka.

Penonton yang biasanya langsung beranjak jika pertandingan usai, kali ini mereka tetap setia hingga pengalungan medali dan penyerahan piala Uber. Tak henti-hentinya mereka bertepuk tangan dan masih terdengar yel-yel penyemangat saat hasil 3-0 telah ditelah oleh Indonesia. Aksi simpatik Greysia Polii menarik perhatian ratusan kamera yang ada di istora, dialah yang patut disebut sebagai mascot tim Uber Indonesia, selain atraktif dan kamera face, Greysia juga mampu membangkitkan semangat penonton.

Tak hentinya dia mengibarkan bendera saat reka sesame timnya sedang berjuang melawan China. Tim Uber Indonesia berhasil memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia ditengah krisis prestasi yang terjadi di kubu Indonesia. Penampilan yang ditampilkan anak-anak putri Cipayung sejak 11 Mei hingga 17 Mei 2008 kemaren sangat luar biasa. Berhasil melibas Jepang 4-1, menghantam Belanda 3-0, menekun Hongkong 3-0 dan mempecundangin Jerman 3-1. Prestasi yang patut diacungi jempol, mereka berhasil mematahkan spekulasi bahwa tim Uber Indonesia sudah dipandang sebelah mata.

Pada Uber kali ini srikandi kita berhasil menunjukkan jika mereka masih patut diperhitungkan, mereka pasti bisa. Salut untuk tim Uber Indonesia. Maria Kristin, Adrianti Firdasari, Pia Zebadiah, Vita Marissa, Lilyana Natsir, Jo Novita, Endang, Rani, Fransisca Ratnasari serta si “mascot” Greysia Polii, serta segenap official tim Uber Indonesia. Kami bangga terhadap prestasi yang kalian raih di Bank BRI Thomas dan Uber Cup 2008.

Perjalanan yang melelahkan dari Bandung menuju Istora terbayar sudah saat melihat srikandi-srikandi Indonesia berjuang sepenuh hati, pertandingan memang pasti menghasilkan siapa yang menang dan kalah. Tetapi tim Uber Indonesia berhasil memberikan kemenangan tersendiri bagi rakyat Indonesia yang setia mendukung perjuangan tim Uber dan Thomas Indonesia. Pahlawan baru telah lahir!

Salam,
Ira Ratnati.

(badminton-indonesia@yahoogroups.com)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya