Berita / Berita

Ganda Putra
Peringkat Bukan Jaminan

Sabtu, 31 Mei 2008 11:03:10
2292 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Indonesia punya dua slot untuk turun di nomor ganda putra Olimpiade Beijing 2008. Di tengah ketatnya persaingan saat ini, harapan meraih emas diemban Markis Kido/ Hendra Setiawan dan Luluk Hadiyanto/ Alvent Yulianto.

Saat ini Kido/ Hendra ada di peringkat satu dunia, sedangkan Luluk/ Alvent ada di posisi tujuh. Namun, peringkat BWF ini bukanlah pegangan.

“Kualitas ganda putra dunia sangat merata, semua saling mengalahkan. Peringkat tidak sepenuhnya menentukan siapa yang akan menjadi juara di Beijing,” kata Sigit Pamungkas, pelatih ganda putra pelatnas Cipayung.

Jika menilik tren penampilan terkini, pasangan Korea, Lee Yong-dae/ Jung Jae-sung, jadi salah satu pesaing terberat. Sepanjang 2008, penampilan mereka yang kini berada di peringkat dua BWF ini meroket.

Namun, Piala Thomas lalu membuktikan kekuatan merata. Lee/ Jung sempat kalah dari ganda Denmark peringkat enam dunia, Lars Paaske/ Jonas Rasmusen.

“Saya rasa memang kekuatan seimbang. Melawan Lee/ Jung, kita juga sering menang kok. Sekarang tinggal siapa yang lebih siap,” ucap Luluk.

Selain mereka, masih ada dua ganda tuan rumah, Cai Yun/Fu Haifeng dan Xie Zhongbo/ Guo Zhendong. Ada pula andalan Malaysia, Choong Tan Fook/ Lee Wan Wah dan Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong. Pasangan lain yang berada di posisi 10 besar dan juga patut diwaspadai adalah Lee Jae-jin/ Hwang Ji-man (Korea) dan Shuichi Sakamoto/ Shintaro Ikeda (Jepang).
“Kekuatan masing-masing pasangan sudah terbaca. Gelar juara akan diraih pasangan yang paling bisa memanfaatkan peluang di lapangan,” ujar Sigit.

Kido mengaku penampilannya di Piala Thomas lalu tak maksimal. “Semasa persiapan, saya sempat sakit. Setelah itu ada cobaan lain: ayah meninggal. Hal itu membuat persiapan terganggu. Saya berharap sebelum Olimpiade, saya bisa mempersiapkan diri lebih maksimal,” tutur Kido.

Musim Sakit

Saat ini, tiap pemain diberi latihan berbeda. “Kido masih kurang yakin dengan pertahanannya. Mentalnya sering down bila lawan bisa mengembalikan pukulan. Hendra kurang agresif dan kadang ragu-ragu,” jelas Sigit.

Sementara itu, Luluk/ Alvent hanya perlu menjaga kondisi fisik. Lantaran tercoret dari tim Thomas, pasangan ini memiliki motivasi, yang jika ditangani dengan tepat, justru bisa menjadi suntikan semangat tambahan. Apalagi mereka sudah pernah mengalahkan seluruh pemain papan atas dunia.

“Permainan Luluk/ Alvent cukup komplet. Jika mau jaga kondisi, mereka pasti bisa bertahan di papan atas,” ucap Sigit.

Saat ini ajang terdekat adalah Singapura Super Series (10-15 Juni). Sayangnya persiapan yang dilakukan kurang maksimal karena Kido dan Alvent terserang demam, sedangkan Hendra mengalami gejala tifus. “Untuk ke Olimpiade, peluang tetap terbuka karena waktu persiapan masih ada sekitar dua bulan,” kata Sigit. (Erwin Fitriansyah/cw-1)

(Sumber: bolanews.com)

Berita Berita Lainnya