Berita > Artikel > Wawancara

Taufik Hidayat Tinggalkan Pelatnas
Jangan Hanya Ingat Kontroversi Saya

Senin, 09 Februari 2009 00:00:38
6119 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Setelah hampir sebulan statusnya menggantung karena tak memenuhi panggilan PBSI masuk pelatnas, akhirnya Taufik Hidayat membuat keputusan. Peraih medali emas Olimpiade 2004 dan Juara Dunia 2005 ini resmi mengundurkan diri dari pelatnas PBSI, Kamis (29/1). Berikut penuturan Taufik dalam konferensi pers di Restoran Bebek Bali, Jakarta, Jumat (30/1).

Apa alasan mengundurkan diri dari pelatnas?

Keputusan ini tidak diambil dengan dasar emosi. Tak dipanggilnya pelatih saya, Mulyo Handoyo, bukan alasan utama. Saya sudah memikirkan dan merencanakan hal ini sejak lama. Setelah meraih emas Olimpiade 2004, hal ini sudah terlintas. Tapi, banyak pihak meminta saya untuk menunda rencana ini karena saya dinilai masih bisa berprestasi.

Saya berharap keputusan ini membuka jalan pemain lain untuk lebih termotivasi dan berprestasi. Semoga setelah saya keluar regenerasi berjalan dengan lebih baik. Sudah saatnya pemain lain diberi tanggung jawab seperti yang pernah saya rasakan.

Saya tak ingin mundur dari pelatnas ketika benar-benar sudah tak berprestasi. Cuma, saya tak mau benar-benar berhenti total secara mendadak. Yang pasti keputusan mundur dari pelatnas ini adalah realisasi rencana saya.

Seandainya pelatih masih dipakai PBSI, tetap akan mundur?

Saya sudah tahu sejak lama Pak Mulyo tak dipakai PBSI lagi, sebelum ada pengumuman resmi dari PBSI. Saya tak mau membahas masalah ini lagi. Mungkin sudah jalannya seperti ini.

Apa rencana selanjutnya?

Saya masih akan tetap bermain untuk Indonesia. Bedanya saya main bukan atas nama PBSI lagi.

Saya sudah merencanakan hal ini dengan tim. Ada manajemen yang akan mengaturnya. Mereka yang akan bertugas untuk menyiapkan segala sesuatu yang saya butuhkan dalam latihan dan persiapan ke turnamen. Soal sponsor, saya masih ada kontrak dengan Yonex. Sponsor lain juga masih bisa saya dapatkan.

Kenapa tidak pindah ke negara lain seperti yang pernah dilakukan sebelumnya?

Kini saya sudah berkeluarga. Ada juga teman-teman yang masih mau membantu. Buat saya, sekarang uang bukan segalanya. Tak ada lagi pikiran untuk pindah ke negara lain.

Ada yang beda dengan status nonpemain pelatnas sekarang?

Mungkin beban akan bertambah karena sekarang segala sesuatunya harus dilakukan sendiri. Tapi, saya tak mau menjadikan hal itu menjadi beban. Justru saya makin termotivasi untuk tetap berprestasi.

Lawan Diri Sendiri

Kira-kira apa tantangan terbesar setelah keluar? Bisa tampil maksimal setelah tidak latihan di pelatnas?

Musuh terbesar saya adalah diri sendiri. Terkadang saat akan memulai latihan bisa muncul rasa malas. Tapi, saya yakin masih bisa menampilkan permainan maksimal, dengan dukungan semangat dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Masih bersedia seandainya PBSI minta untuk main lagi, misalnya di Piala Thomas atau Sudirman?

Sepanjang saya siap, saya bersedia. Saya siap main untuk Indonesia, tapi tidak untuk berlatih di pelatnas.

Punya komentar soal pemain yang ada di pelatnas saat ini?

Tiap pemain pasti ada kelebihan dan kekurangan. Rezekinya juga beda. Saya tak berhak mengomentari kekurangan pemain lain.

Yang jelas PBSI harus lebih serius menggarap soal regenerasi. Harus diakui saat ini regenerasi pemain tersendat. Tidak seperti zaman saya ketika masih jadi junior, untuk menembus lapisan pemain utama sangat sulit. Banyak stok pemain dengan kualitas yang tak jauh beda. Sekarang, kalau mau jujur, berapa banyak lapisan pemain yang ada di pelatnas?

Banyak cerita kontroversial selama bergabung di pelatnas. Punya saran buat PBSI?

Jangan hanya mengingat cerita kontroversial karena saya juga menyumbang prestasi. Saya berharap hubungan lebih harmonis bisa terjalin antara pengurus dan atlet. PBSI seperti keluarga besar. Kalau mau lebih baik lagi dan regenerasi lancar, program harus lebih jelas. (Erwin Fitriansyah)

DATA DIRI

Nama: Taufik Hidayat
Panggilan: Taufik
Lahir: Bandung, 10 Agustus 1981
Postur: 176 cm/64 kg
Peringkat BWF: 7
Pelatih: Mulyo Handoyo
Klub: SGS Bandung
Orangtua: Aris Haris & Enok Dartilah
Menikah: 4 Februari 2006
Istri: Ami Gumelar
Anak: Natarina Alika Hidayat
Hobi: Sepakbola
Prestasi Tertinggi (Juara):
Indonesia Open 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006,
Singapura Open 2004,
Malaysia Open 2000,
Piala Thomas 1998, 2000, 2002,
Asia 2000, 2004, 2007,
Asian Games 2002, 2006,
Olimpiade 2004,
Juara Dunia 2005,
SEA Games 2007,
Taiwan Open 2002, 2008

(Sumber: Bolanews.com)

Berita Wawancara Lainnya