Login
Nickname :
Password :
  Registrasi?

Badminton Rules
Medali Olimpiade
Info Kompetisi
Sponsorship

Klub Bulutangkis


Solidarity and Badminton

Badminton Shop Online

Berita / Artikel
Doping di Indonesia
By admin
Selasa, 15-Agustus-2006, 09:45:05 1435 klik Send this story to a friend Printable Version
Bagaimana dengan kasus doping di Tanah Air? Kasus doping paling menonjol terjadi di arena SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia. Lifter angkat besi Indonesia, Gustar ditarik medali emasnya, karena kedapatan doping. Sebelumnya atlet balap sepeda asal Jabar yang dijuluki si Raja Tanjakan ASEAN, Tonton Susanto juga dua kali kedapatan doping, pada SEA Games 1997 di Jakarta dan ketika tampil di ajang Tour of China 2005 Kemudian di cabang renang, perenang putri Jatim, Catherine Surya juga pernah dinyatakan positif doping.
Bulutangkis.com - Bagaimana dengan kasus doping di Tanah Air? Kasus doping paling menonjol terjadi di arena SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia. Lifter angkat besi Indonesia, Gustar ditarik medali emasnya, karena kedapatan doping. Sebelumnya atlet balap sepeda asal Jabar yang dijuluki si Raja Tanjakan ASEAN, Tonton Susanto juga dua kali kedapatan doping, pada SEA Games 1997 di Jakarta dan ketika tampil di ajang Tour of China 2005 Kemudian di cabang renang, perenang putri Jatim, Catherine Surya juga pernah dinyatakan positif doping.

Namun ada sedikit perbedaan antara kasus doping atlet mancanegara dan Indonesia.

Doping yang dilakukan atlet mancanegara, umumnya memang disadari oleh sang atlet sendiri, dengan tujuan mengejar prestasi dan bonus uang yang besar.

Sementara kebanyakan dalam kasus doping atlet Indonesia, sang atlet tidak mengetahui atau kurang dibekali mengenai pemahaman dan pengetahuan terhadap doping. Kandungan doping juga terdapat di obat-obatan yang biasa dipakai sehari-hari. Tonton misalnya, pernah kena sanksi dilarang tampil sebulan penuh karena terbukti memakai doping di China.

Doping yang terdapat dalam diri Tonton, berasal dari obat sesak napas yang dibawanya. Tonton memang kerap mengalami masalah sesak napas terutama saat berada di dataran tinggi. Demikian juga dengan kasus Gustar. Lifter ini mengaku sempat disuruh makan bubur oleh pelatihnya, sebelum pertandingan. Tanpa disadari Gustar, bisa saja bubur yang dimakannya mengandung unsur doping.

Dengan demikian, sudah sewajarnya kalau para atlet kita dibekali dengan pengetahuan doping. Demikian juga dengan ofisial, pelatih serta manajer. Selain itu jika ada buku saku mengenai pengetahuan doping, atlet juga tidak boleh malas membacanya. Karena persoalan ini menyangkut masa depan atlet sendiri.

Sumber:suarapembaruan.co.id