Berita > Artikel

Pemain Non Pelatnas di Piala Thomas dan Uber

Jumat, 05 Februari 2010 06:59:45
5514 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Sikap PBSI tampaknya mulai melunak. Kebiasaan lama yang gengsi meminta bantuan kepada pemain yang berada diluar pelatnas luluh. Penunjukkan langsung Taufik Hidayat, Alvent Yulianto serta Maria Febe Kusumastuti untuk menjadi barisan bala tentara pelatnas di ajang penyisihan Piala Thomas dan Uber 2010 di Thailand menjadi satu bukti bahwa PBSI semakin lebih terbuka dan sadar akan kekuatan dan senjata yang dimiliknya di pelatnas.

Nama Taufik Hidayat di dunia bulutangkis masih ditakuti oleh pada lawan-lawannya. Meski prestasinya pada beberapa tahun belakangan ini tidak sebaik Lin Dan atau Lee Chong Wei, namun Taufik Hidayat masih cukup disegani. Saat ini pun peringkat Taufik Hidayat masih lebih tinggi dibanding pemain tunggal putra yang berada di pelatnas. Ditambah lagi pengalaman bertanding di ajang beregu macam Piala Thomas, Taufik jelas lebih berpengalaman. Tak salah jika PBSI kembali melirik pemain Flamboyan ini.

Yang unik, penunjukkan nama Alvent Yulianto di daftar pemain ganda putra. Jika dilihat dari susunan pemain ganda putra, tampaknya Alvent Yulianto menggusur Bona Septano yang biasa berpasangan dengan Mohammad Ahsan. Tampaknya prestasi Alvent Yulianto di tahun 2009 yang cukup baik menjadi salah satu alasan PBSI untuk menggantikan posisi Bona Septano ditambah dengan pengalamannya bermain di ajang beregu.

Pada kelompok putri, kali ini hadir wajah baru Maria Febe Kusumastuti. Febe pemain asal PB Djarum menjadi satu-satunya pemain yang bukan berasal dari Pelatnas. Prestasinya ditahun 2009 yang sempat menjadi juara tunggal putri di beberapa turnamen tampaknya menjadi alasan bagi PBSI untuk meminangnya di jajaran tim Piala Uber, bahkan Febe langsung menjadi pemain tunggal kedua tim Piala Uber Indonesia.

Sayangnya tidak tampak dalam daftar nama, salah satu pemain ganda putri terbaik Indonesia Vita Marissa. Entah apa alasannya hingga nama Vita Marissa tak masuk dalam daftar pemain. Padahal dua tahun lalu Vita Marisa yang berpasangan dengan Liliyana Natsir menjadi tulang punggung Indonesia di bagian ganda putri dan tahun lalu pun Vita dan Mona Santoso pernah menjadi runner up Chinese Taipei Gold 2009.

Mudah-mudahan PBSI akan semakin melunak dan semakin sadar akan stok dan kemampuan pemain yang ada di barisan pelatnas, sehingga kelak pemain yang bukan berada di pelatnas dan mempunyai prestasi yang lebih baik bisa bergabung bersama dalam satu tim mengusung bendera Merah Putih di berbagai event International.

Contributed by: Arief Rachman
Email: rch_arief@yahoo.co.id

Berita Artikel Lainnya