Berita > Berita

Kejuaraan Bulutangkis Hong Kong Terbuka
Jangan Sampai Kosong!

Kamis, 31 Agustus 2006 20:45:30
1756 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

“Jangan sampai kosonglah. Saya harus memburu gelar juara. Tahun lalu kita masih dapat tiga gelar, masak sekarang satu pun tidak terpegang,” tukas Hendra Setiawan.

Ya, prestasi Markis Kido/Hendra Setiawan sepanjang tahun ini meredup. Sudah enam kejuaraan diikuti ganda muda kita itu. Hasilnya, belum satu pun mahkota juara digenggam. Prestasi terbaik dibuat saat ke final Indonesia Terbuka di Surabaya, Juni silam.

Kala itu mereka dikalahkan peraih emas Olimpiade Sydney 2000 yang bercerai dan kemudian berduet kembali, Candra Wijaya/Tony Gunawan. Pada Korea Terbuka, pekan lalu, Kido/Hendra juga ke semifinal sebelum dijegal ganda AS dan Indonesia itu yang akhirnya menjadi juara.

Kegagalan lain dialami saat tampil di All England, Kejuaraan Asia, Singapura Terbuka, dan perebutan Piala Thomas di Tokyo. Kini mereka bertarung pada Hong Kong Terbuka, 28 Agustus–2 September di Queen Elizabeth Stadium, Wanchai. Di turnamen bintang lima berbanderol 250 ribu dolar AS itu, Kido/Hendra ingin menghapus paceklik gelar.

“Maunya tentu juara. Namun, saya harus berusaha keras untuk menjadi juara,” tambah Hendra saat dihubungi ke Hotel Cosmopolitan, Hong Kong, Rabu (30/8) malam. Sepanjang 2005, Kido/Hendra berjaya di Indonesia Terbuka, Kejuaraan Asia, dan SEA Games XXIII Manila.

Langkah Baik

Langkah ke sana sudah dimulai dengan baik. Di babak pertama, mereka melumat Khan Bob Malaythong/Howard Bach (AS), 21-17, 21-9. Kemudian, menundukkan semifinalis All England dari Malaysia, Gan Teik Chai/Abdul Latif Mohd. Zakry, 14-21, 21-12, 21-14, Rabu sore. Sebelumnya ganda negeri jiran itu menyingkirkan Flandy Limpele/Sigit Budiarto, 21-15, 21-14, di babak pertama.

Kemenangan ini mengantarkan ganda peringkat 24 dunia itu bertemu Sudket Prapakamol/Songpol Anukritayawan (Thailand). “Kans, bisalah mengalahkan mereka,” tambah Hendra, adik ipar Hendrawan, pelatih tunggal putri.

Sebagai ganda harapan masa depan--apalagi setelah Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto sudah terkapar di babak kedua--mereka sangat diharap bisa berprestasi cemerlang. “Kami akan tampil sebaik mungkin. Kami mau juara,” tandasnya.

Di ganda, akhirnya tumpuan harapan dibebankan kepada Kido/Hendra. Itu terjadi setelah Flandy/Sigit dihentikan ganda Malaysia. Sementara itu, Luluk/Alven dijegal Guo Zhendong/Xu Chen (Cina), kendati di babak pertama berhasil membayar lunas dendam kepada pasangan Inggris yang menghentikan di babak pertama Korea Terbuka silam, David Lingley/Chris Langridge, dengan 18-21, 21-10, 21-12.

Semoga Kido/Hendra menuntaskan tugasnya kali ini!

(Broto Happy W.)

Sumber:bolanews.com

Berita Berita Lainnya