Berita > Berita

Ketinggalan Pesawat, Kok Bisa?

Kamis, 31 Agustus 2006 20:46:56
1261 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Dua pemain tunggal putri kita bernasib malang. Fransiska Ratnasari dan Adrianti Firdasari terkapar di babak pertama Hong Kong Terbuka. Mereka kalah karena kebugaran tubuh tidak fit akibat ketinggalan pesawat. Kok bisa?

Sesuai jadwal, Firda dan Nana bertanding Selasa (29/8) pagi. Jadwalnya, mereka akan terbang dengan maskapai Garuda, Senin pukul 9 pagi. Namun, keduanya terlambat ke Bandara Soekarno-Hatta karena harus berangkat bersama rombongan pemain Pelatnas Cipayung lain yang akan berlaga ke Singapura Satelit.

Nana dan Firda pun akhirnya menyusul terbang ke Hong Kong dengan pesawat Cathay, sore hari. Sampai di Hotel Cosmopolitan, tempat pemain menginap, sudah tengah malam. Di tengah kondisi fisik belum pulih dan konsentrasi terganggu, Selasa pagi hari, mereka harus bermain.

Hasilnya bisa ditebak. Firda tak mampu mengatasi Tine Rasmussen, pemain Denmark yang baru sembuh dari cedera tendon achilles yang diderita pada Piala Sudirman 2005 di Beijing. Dia pun kalah 12-21, 13-21. Sementara itu Nana dihentikan Anna Rice (Kanada), 22-20, 17-21, 22-24.

“Posisi saya serbasulit. Saya mau omong apa? Kalau dilihat hasil akhir, mereka memang gagal. Namun, seharusnya mereka tidak sampai kalah kalau segalanya beres,” sebut pelatih Hendrawan.

Menurut pahlawan Piala Thomas itu, akibat keterlambatan pesawat, saat bertanding kondisi kebugaran pemain belum pulih. Begitu juga konsentrasinya. “Nana kelihatan capai sekali. Recovery-nya lambat, sementara Firda selalu tertekan. Apalagi, setelah sembuh permainan Tine makin cepat,” aku Hendrawan.

“Menyesal sih menyesal. Namun, persoalan ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bekerja lebih baik lagi. Semoga di masa nanti tidak ada lagi pemain yang terlambat naik pesawat,” ujar Wawan. (bhw)

Sumber:bolanews.com

Berita Berita Lainnya