Berita > Artikel

Optimistis, meski Ranking Jeblok

Jumat, 08 September 2006 14:05:04
1155 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Prestasi sepanjang tahun 2006 memang kurang menggem-birakan. Di sejumlah turnamen, pemain Indonesia lebih banyak gagal menuai gelar. Namun, kubu Pelatnas Cipayung tetap optimistis mengukir prestasi pada Kejuaraan Dunia 2006 di Madrid, Spanyol, 18-24 September. Dari mana gelar dibidik?

Dampak dari jebloknya prestasi membuat ranking IBF anak-anak Cipayung kurang menggembirakan. Mengacu peringkat IBF terakhir per 31 Agustus, hanya Nova Widianto/Lilyana Natsir yang menduduki urutan puncak ganda campuran. Selebihnya tidak ada yang berada di 5 besar dunia.

“Peringkat pemain kita kurang menggembirakan. Konse-kuensinya di Madrid nanti bakal bertemu lawan yang enggak-enggak. Artinya bisa-bisa langsung bertemu lawan berat di babak awal,” sebut Kasubdit Pelatnas PB PBSI, Lius Pongoh.

Lius benar. Penyusun unggulan Kejuaraan Dunia oleh Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) memang berdasarkan ranking terakhir. Itu artinya ranking seusai turnamen Hong Kong Terbuka, 2 September, digunakan untuk menyusun unggulan. Rencananya IBF akan melakukan undian kejuaraan bintang tujuh itu di markasnya, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (8/9).

Memang undian bukan mutlak penentu kemenangan seorang pemain. Namun, kalau diunggulkan, paling tidak posisinya lebih diuntungkan karena bertemu pemain nonunggulan di babak awal. Sebaliknya bila pering-katnya jeblok, pasti sejak awal sudah bertemu lawan berat.

Sebagai gambaran, kondisi paling gres dialami Taufik Hidayat. Karena rankingnya tidak bagus, di Korea Terbuka dia bertemu lawan berat Lee Hyun-il (Korea) di babak kedua. Hal serupa juga terulang di Hong Kong Terbuka, dia harus menghadapi Shon Seung-mo (Korea) di babak pertama. Dalam ranking terakhir, Taufik melorot di posisi ke-35.

Ganda Putra dan Campuran

Kendati rankingnya jeblok, sebagai juara bertahan Taufik tentu masih diperhitungkan lawan. Kubu Merah-Putih pun tetap menggantungkan harapan pada peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu. Asal fit dan cedera tak kambuh, peluang Taufik memperpanjang gelar tetap terbuka.

“Dengan waktu yang ada, memang tidak ada yang bisa ditingkatkan. Kita berharap jangan sampai ada pemain sakit,” aku Lius.

Selain tunggal putra, sektor lain yang dibidik tentu ganda putra dan campuran. Catatan manis Nova/Lilyana sepanjang tahun 2006 semoga bisa diperpanjang dengan memetik gelar juara kembali. Tahun ini, mereka mengan-tongi gelar juara Asia, Singapura, Taiwan, dan Korea Terbuka.

“Target saya tahun ini memang ingin merebut gelar juara dunia lagi,” kata Nova.

Aura serupa juga tengah menggelayuti Markis Kido/ Hendra Setiawan. Kesuksesan di Hong Kong Terbuka tentu menjadi modal untuk meraih mahkota juara dunia. Ganda peringkat 6 dunia itu ingin menuntaskan ambisi besarnya di Madrid.

“Kemenangan ini menjadi modal ke Kejuaraan Dunia. Bersama Hendra, saya makin percaya diri. Doakan saja semoga berhasil,” ujar Kido seusai kemenangan di turnamen bintang lima itu.(Broto Happy W.)

Sumber:bolanews.com

Berita Artikel Lainnya