Berita > Artikel > Wawancara

Li Mao: '''Indonesia Merupakan Ladang Subur Bagi Perbulutangkisan''

Sabtu, 06 Agustus 2011 20:01:13
5117 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Li Mao adalah pelatih asal Cina yang beberapa bulan belakangan melatih tim tunggal putra dan tunggal putri pelatnas Cipayung. Pada kesempatan kali ini Li Mao berbagi mengenai pendapatnya tentang anak-anak didiknya, peluang pada Kejuaraan Dunia 2011 dan Olimpiade London 2012.

Bagaimana pendapat anda mengenai materi pemain Indonesia saat ini?

Li Mao : 'Sebenarnya Indonesia memiliki potensi besar, merupakan ladang yang subur dalam perbulutangkisan.'

Dari hasil yang dicapai selama ini, apakah anda optimis kedepannya?

'Tentu saja, saya sangat percaya dengan hasil kedepannya. Kalau tidak optimis, tidak mungkin saya masih melatih disini.''

''Indonesia merupakan salah satu pelopor bulutangkis dunia dan berbagai ilmu dasar bulutangkis dulu disebarkan ke beberapa negara lain melalui pelatih Indonesia yang melatih diluar negeri. Oleh negara-negara ini, ilmu tersebut ditingkatkan dan terus diperbaharui sehingga kini justru Indonesia bisa dikatakan tertinggal.''

''Namun sebetulnya asal kita mau terbuka dan memperbaharui metode dan teknik yang ada, kita pasti bisa bangkit. Saya mengerti masyarakat sering mengatakan penampilan pebulutangkis sekarang tidak bagus, tidak mengapa, ini artinya masyarakat masih mempunyai perhatian pada bulutangkis Indonesia. Namun kadang caranya saja yang salah, sehingga terkesan memberikan tekanan pada atlet.''

''Pembinaan atlet itu sama saja dengan kita merawat anak dari mulai dia kecil hingga dewasa. Saat dia sudah bisa bekerja dan hidup mandiri, maka saat itulah kita bisa melihat hasil didikan kita. Artinya pembinaan itu juga butuh waktu dan proses.'

Bagaimana konsep pelatihan yang diterapkan di pelatnas?

'Saya memang memiliki program khusus untuk tim Indonesia, namun belum bisa saya jelaskan sekarang. Tunggu saja tanggal mainnya, pasti nanti kita lihat hasilnya.'

Ada yang bilang anda lebih mengutamakan latihan teknik daripada fisik?

'Seperti yang saya jelaskan tadi, bahwa kita harus terbuka dengan pemikiran yang baru dalam bulutangkis. Saya mengajarkan apa yang memang dibutuhkan oleh seorang pemain, tapi bukan berarti fisik itu tidak penting. Namun saya menggunakan skala prioritas, mana yang harus diutamakan, maka itulah porsinya yang harus diperbanyak.''

''Contohnya, jika kita belajar mengendarai mobil untuk pertama kali pasti tangan kita akan gemetar atau kram saat memegang kemudi. Namun apakah untuk bisa lancar menyetir kita harus melatih otot tangan dengan angkat besi? Tentu tidak, kita latih terus kemampuan berkendara, dengan sendirinya tangan kita tidak gemetar lagi karena sudah terbiasa.''

''Selain itu, dulu saya juga sudah membuktikan saat latihan fisik diforsir namun hasil tetap tidak maksimal. Saya sudah pernah melewati masa itu dan hal ini memang sudah teruji. Kita lihat saja Lee Chong Wei, Peter Gade, Lin Dan, dan Taufik Hidayat. Mereka tidak fokus di fisik saja, karena yang diperlukan bukan hanya fisik dan kita bisa lihat kualitas mereka.''

Bagaimana dengan target pada olimpiade?

'Harapan itu tetap ada, kita kan sekarang sedang terus berusaha.'

Siapa yang kira-kira berpeluang?

'Untuk tunggal putra saya rasa Simon dan Hayom cukup berpotensi. Dan tidak menutup kemungkinan juga untuk Sony jika recovery dia bagus dan penampilannya membaik.''

''Di tunggal putri masih susah diprediksi, nanti kita lihat penampilan dan ranking saat mendekati olimpiade.
Indonesia memang pernah berjaya dimasa lalu, namun kita harus menerima kenyataan bahwa saat ini kita sedang berada dibawah. Dan kita tidak bisa terus memandang ke masa lalu tersebut, kini pun kita sedang berusaha dan terus menanjak.''

''Tidak hanya Indonesia, setiap negara itu ada pasang surut di bulutangkis. Ibarat roda yang berputar, kini kita sedang berada di bawah. Jadi tolong didukung karena sekali lagi kita saat ini sedang berusaha untuk meraih sukses seperti sebelumnya.'

Bagaimana peluang di Kejuaraan Dunia bulan depan?

'Di Kejuaraan Dunia kali ini peluang tunggal putra dan putri cukup berat, memang sulit bagi kita. Seperti saya bilang sebelumnya, semuanya butuh proses dan waktu. Kalau di Kejuaraan Dunia sudah ada hasil juara, maka saya sudah bisa menjadi dewa. (sambil tertawa)''

''Kalau ditanya harapan pastinya yang terbaik, namun hasilnya nanti hanya Tuhan yang tahu. Saya tidak bisa menentukan hasilnya dilapangan seperti apa.''

''Saya berharap media bisa mendukung para atlet, meskipun mereka kalah namun tetap diberi dukungan. Tidak apa-apa dikritik karena memang kritik itu perlu untuk introspeksi diri. Namun jika memang mereka sudah berusaha maksimal, tolong didukung agar mereka juga jadi termotivasi untuk bermain lebih bagus lagi.''

''Saya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman tim bulutangkis Cina ketika harus menerima kekalahan di Asian Games 1994 di Hiroshima, Jepang. Saat itu Cina tidak meraih satupun medali emas dan hanya berhasil meraih 7 medali perunggu. Namun ketika pulang ke Cina, di bandara mereka tetap disambut meriah oleh Menteri Olahraga saat itu. Mereka tetap disemangati dengan mengatakan bahwa permainan mereka sudah bagus dan bahwa mereka tetap akan didukung sepenuhnya.''

''Hal inilah yang menurut saya penting untuk dilakukan. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, tentu akan membuat atlet menjadi semangat.''

Apakah anda merasa program latihan di pelatnas sudah berjalan dengan baik?

'Menurut saya 90% sudah on track. Meskipun waktu yang sempit jelang olimpiade dan tentunya ini tidak mudah, namun tetap ada harapan dan saya optimis Atau setidaknya setelah olimpiade pasti akan terlihat hasilnya.'

(Sumber: pb-pbsi.org)

Berita Wawancara Lainnya