Berita > Berita

Putusan Kontroversi Hakim Garis
Lee Dukung Taufik Hidayat Soal Video

Minggu, 24 September 2006 08:08:17
1489 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Merasa senasib, pebulutangkis nomor satu dunia Lee Chong Wei dari Malaysia mendukung tuntutan Taufik Hidayat agar IBF menggunakan teknologi video untuk menyelesaikan pertikaian soal keputusan hakim garis yang dianggap merugikan.

Lee tersingkir dari kejuaraan dunia bulutangkis secara kontroversial, Jumat, setelah dua keputusan hakim garis yang merugikan ketika menghadapi Bao Chunlai dari Cina di babak perempat-final.

Saya mendukung keinginan Taufik agar rekaman video diputar ulang, tapi saya tidak terlalu optimis jika ide tersebut bisa dilaksanakan, kata Lee usai kekalahan yang meyakitkan itu.

Saya tidak ingin bertengkar soal itu sekarang. Tapi sepanjang penge- tahuan saya, shuttlecock memang keluar sehingga memberikan lawan dua angka yang sangat penting. Saya kira keputusan itu tidak adil, katanya.

Taufik yang lebih dulu tersingkir, menjadi pemain pertama yang menuntut agar panitia menerapkan tayangan ulang untuk memastikan keputusan wasit.

Tuntutan tersebut disampaikan Taufik menyusul keputusan kontroversial dengan menyatakan mundur saat pertandingan di Hongkong Terbuka bulan lalu karena merasa dirugikan keputusan hakim garis.

Buntut dari insiden tersebut, IBF sebagai organisasi bulutangkis tertinggi dunia, akan bersidang, Sabtu untuk membicarakan sanksi yang kemung- kinan akan diberikan kepada Taufik.

Saya ingin menekankan bahwa IBF perlu meningkatkan kualitas perwasitan dengan menggunakan kamera untuk menentukan keputusan hakim garis, kata Taufik.

Lee Chong Wei yang menempati peringkat teratas, secara kontroversial harus menerima kenyataan pahit tersingkir di perempat-final yang sebagian disebabkan oleh keputusan hakim garis sehingga dikalahkan oleh Bao Chunlai dari Cina dengan skor 20-22, 21-12, 18-20.

Lee sangat gusar dengan dua keputusan hakim garis yang merugikannya dan menuduh pelatih kepala Cina Li Yongbo berusaha mengancamnya saat ia berada di lapangan.

Pelatih Cina itu berteriak ke arah saya selama pertandingan dan mengancam akan mematahkan kaki saya. Ia menggunakan tekanan secara psikologis terhadap saya, kata Lee.

Saya adalah pebulutangkis nomor satu dunia dan mungkin karena usaha menjadi orang pertama yang menjadi juara dunia membuat saya tampil penuh beban, katanya menambahkan.

Sementara Bao mengatakan, kenyataan bahwa Lee selalu mengalah- kannya pada pertemuan sebelumnya, membuat ia justru tampil tanpa beban.

Saya tampil lebih tenang. Saya belajar banyak dari pertandingan sebelummya, katanya.

Sumber:gatra.com

Berita Berita Lainnya