Berita > Berita

Evaluasi PBSI
Ke Kejuaraan Dunia, Kok Kurang Siap?

Selasa, 03 Oktober 2006 17:47:13
1068 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Faktor kurang persiapan yang dilakukan pemain dan pelatih dinilai jadi penyebab gagalnya 11 pebulutangkis Cipayung mencetak prestasi di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang berakhir 24 September di Madrid, Spanyol.

Kesimpulan itu diputuskan PBSI dalam rapat evaluasi yang berlangsung di kediaman ketua umumnya, Sutiyoso, Kamis (28/9). “Untuk level kejuaraan dunia, persiapannya kurang matang. Seperti kurang latihan fisik yang sangat penting dalam menunjang penampilan di lapangan,” jelas Sekjen PBSI, M.F. Siregar.

Kekurangan itu tak serta merta ditimpakan kepada pemain, tapi juga merupakan tanggung jawab pelatih. “Pelatih seharusnya jangan pernah lupa dan enggan mengingatkan apa tanggung jawab seorang pemain,” tambahnya.

Terhadap pemain-pemain khusus, seperti Taufik Hidayat serta Nova Widianto/Lilyana Natsir, dua juara bertahan yang gagal di babak 16 besar, PBSI mengeluarkan penilaian berbeda.

Taufik dianggap kurang memiliki persiapan dan faktor konsentrasinya terganggu karena ancaman skorsing yang akan dijatuhkan IBF di sela-sela kejuaraan itu. Sementara itu Nova/Lilyana dinilai terlalu percaya diri saat bertanding.

Buntut dari evaluasi itu, PBSI dalam waktu dekat akan merombak persiapan pelatnas untuk menghadapi Piala Sudirman 2007 dan perebutan Piala Thomas/Uber 2008 di Jakarta.

Kirim Pemain

Sepulang dari Madrid, para pemain kini tengah melakukan persiapan menjelang turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, 10-15 Oktober. Tiga pemain tunggal, yakni Taufik, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso, yang tak tampil di kejuaraan dunia, diharap bisa mencuri gelar juara yang belakangan ini jarang diraih. “Kami memang tidak mengirim tunggal putri dan ganda putra,” jelas Lius Pongoh, Ketua Sub-Bidang Pelatnas.

PBSI juga menyertakan ganda putri Jo Novita/Greysia Polii dan Lita Nurlita/ Natalia Poluakan. Selain mengirim Nova/Lilyana, kekuatan ganda campuran bertambah dengan dikirimnya Flandy Limpele/Vita Marissa dan M. Rizal/Greysia.

Usai berlaga di Tokyo, Taufik dan Simon akan melanjutkan ke Guang-zhou, Cina, untuk berlaga di Cina Terbuka, 17-22 Oktober. Kekuatan di Cina Terbuka akan bertambah dengan dikirimnya dua pasangan ganda putra, Luluk Hadianto/Alven Yulianto dan Markis Kido/Hendra Setiawan. “Cina Terbuka akan jadi penentuan bagi pasangan Luluk/Alvent, ganda nomor satu Indonesia yang hingga kini masih paceklik gelar,” sebut Lius. (dede)

Sumber:bolanews.com

Berita Berita Lainnya