Berita > Berita

Beri Kesempatan Pemain Pelapis Bertanding

Selasa, 03 Oktober 2006 18:03:05
974 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Jakarta, Mengirim para pemain pelapis rutin bertanding di berbagai turnamen merupakan cara paling relevan untuk meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia.

Pembinaan harus dilakukan secara bersama antara pemain utama, dan pelapis. Misalnya tim yang muda dikirim ke turnamen bintang tiga ke bawah, sedangkan pemain terbaik ke turnamen bintang empat keatas sehingga jika prestasi seniornya mulai turun yang di bawahnya sudah siap menggantikan, kata mantan Direktur Pelatnas bulutangkis, Christian Hadinata di Jakarta, Senin (2/10).

Namun, koordinator pelatih ganda putra Pelatnas bulutangkis itu menga-kui, dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk melakukan pembinaan semacam itu. Biaya pengiriman tentu menjadi mahal karena untuk menjadikan pemain hebat dibutuhkan minimal delapan kali tampil di turnamen internasional dalam satu tahun.

Mengenai pemain yang dikirim ke turnamen, Christian mengatakan, tentu itu kewenangan pelatih yang bersangkutan. Pelatih pun tidak akan sem-barangan mengirim pemain, pasti yang dikirim yang diprediksi bisa menggantikan seniornya, tambahnya.

Membina pemain muda dengan masa pakai masih panjang, akan jauh lebih menguntungkan daripada membina pemain lama atau mencoba membentuk pasangan baru dengan memecah ganda yang ada sebelumnya.

Mengubah pasangan itu artinya kita harus mulai dari nol, dan belum tentu bagus hasilnya. Memasangkan pemain senior dengan yang muda sering-kali yang muda sulit mengimbangi secara psikis, sementara memasang-kan dua senior agak sulit untuk meningkatkan prestasi, katanya.

Waktu setahun, kata salah satu legenda bulutangkis dunia itu, cukup untuk mematangkan para pemain pelapis asalkan program pembinaan berlangsung secara intensif karena mereka bukan pemain yang mulai dari nol.

Pematangan pemain pelapis dirasakan mendesak karena pemain-pemain utama yang rutin mengikuti kejuaraan semakin sedikit. Pelatnas relatif hanya mempunyai tiga tunggal putra Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso. Di bagian tunggal putri hanya mempunyai Fransisca Ratnasari, Adrianti Firdasari, dan Maria Kristin.

Di bagian ganda putra hanya Luluk Hadiyant/Alvent Yulianto dan Markis Kido/Hendra Setiawan, satu ganda putri Jo Novita/Greysia Polii. Ganda campuran mempunyai dua pasangan, Nova Widianto/Lilyana Natsir dan Anggun Nugroho/Vita Marissa. Anggun pun belakangan cedera sehingga posisinya digantikan Flandy.

Di luar itu, tidak ada pemain atau ganda yang bisa berbicara. Memang, Pelatnas mempunyai satu ganda putra yang cukup tangguh, Flandy Limpele/Sigit Budiarto. Namun, usia mereka sudah tidak muda lagi. Umur keduanya sudah di atas 30 tahun.

Yang harus diperhatikan, adalah para pemain di bawah mereka karena perbedaan antara pemain utama dengan pelapis sangat jauh. Kalau pembinaan tidak dilakukan intensif, jurangnya akan semakin besar dan semakin sulit untuk mengejar ketinggalan, kata Christian.

Sumber:suarapembaruan.co.id

Berita Berita Lainnya