Berita > Berita

PBSI Jatim Tolak Munaslub

Rabu, 04 Oktober 2006 21:31:47
908 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

SURABAYA, KOMPAS--Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Selu-ruh Indonesia atau Pengprov PBSI Jawa Timur secara tegas menolak ide sejumlah pihak untuk melaksanakan musyawarah nasional luar biasa. Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim, Yacob Rusdianto, Rabu (4/10) menjelaskan usulan untuk menggelar munaslub demi tujuan memperbaiki prestasi bulutangkis nasional yang semakin merosot adalah langkah keliru.

Hal itu, imbuh Yacob, karena yang menjadi persoalan bukanlah semata faktor kepemimpinan dalam tubuh PB PBSI, melainkan sistem secara keseluruhan yang perlu beroleh perhatian khusus. Jika ide munaslub diteruskan, PB PBSI pun saat ini belum bisa memunculkan figur peng-ganti yang cocok untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan.

“Karena itulah pada saat musyawarah kerja nasional nanti, kita harapkan Pak Sutiyoso bisa mendengarkan suara-suara dari daerah,” papar Yacob. Musyawarah kerja yang dimaksud Yacob sendiri bakal digelar bersa-maan dengan jadwal kejuaraan nasional bulutangkis di Medan, 14-18 November mendatang. Yacob yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Daerah PB PBSI itu tidak menampik bila sejumlah daerah saat ini terus gencar menginginkan pembaruan dalam struktur kepengurusan. Akan tetapi, Yacob juga belum bisa menjamin apakah keinginan untuk mereorganisasi struktur kepengurusan itu bisa dilakukan.

Padahal, jika struktur tersebut diisi sejumlah orang baru yang bisa berasal dari luar DKI Jakarta, Yacob melihat ada harapan perubahan bisa terjadi. Dampak nyatanya ialah naiknya kembali gengsi pelatnas bulu-tangkis sebagai kawah candradimuka penghasil pemain terbaik untuk membela Indonesia di berbagai kejuaraan.

Sebelumnya, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PBSI Jatim, Ferry Stewart berpendapat bahwa kemerosotan prestasi bulu-tangkis nasional tidak terlepas dari kesalahan sistem yang ada.

“Selama ini yang selalu disalahkan selalu atletnya, padahal pelatihnya juga harus menjadi bertanggung jawab. Betapa pemain-pemain bagus sebelum masuk pelatnas, malah melorot prestasinya setelah berada dalam pelatnas selama beberapa waktu,” tegasnya.(Ingki Rinaldi)

Sumber:kompas.com

Berita Berita Lainnya