Berita > Berita

Andalkan Generasi Baru di 2008

Kamis, 05 Oktober 2006 18:39:32
975 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

TAUFIK Hidayat, Nova Widianto, Sigit Budiarto, dan beberapa pebulu-tangkis senior lainnya makin dekat dengan akhir karir. Tahun depan bisa jadi adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk menuai gelar. Itu disebabkan pada 2008 PB PBSI telah mencanangkan mengandalkan generasi baru.

Mulai 2007, kami akan memberikan kesempatan pada pebulutangkis junior untuk tampil lebih banyak di turnamen bintang dua dan tiga. Kami programkan mereka bisa menggantikan seniornya setahun berikutnya, kata Rudy Hartono, Kabid Binpres PBSI kepada Jawa Pos kemarin.

PB PBSI menilai kegagalan Indonesia dalam beberapa kejuaraan terakhir adalah karena Indonesia hanya mengandalkan nama-nama lama. Pada-hal, pebulutangkis senior itu sudah tidak memiliki motivasi yang cukup besar untuk bersaing dalam ketatnya kompetisi yang makin sengit.

Jika alih generasi itu berjalan dengan baik, PB PBSI lebih jauh memiliki keyakinan bahwa iklim kompetisi di dalam negeri akan semakin baik. Pebulutangkis senior akan lebih bersemangat untuk mempertahankan predikat mereka sebagai lumpung prestasi. Sebaliknya, pebulutangkis muda akan lebih bersemangat untuk mengejar prestasi seniornya.

Keputusan PB PBSI untuk lebih banyak mengirimkan pemain muda di kejuaraan internasional karena memang kesempatan yang diberikan pada mereka sebelumnya minim. Setidaknya jika dibandingkan dengan kesempatan pada pemain senior untuk mengikuti kejuaraan bintang lima atau enam. Padahal, pengiriman pebulutangkis muda itu sangat penting untuk menjaga masa depan prestasi bulutangkis Indonesia.

Namun, PB PBSI juga menekankan agar para pebulu tangkis muda itu memiliki tanggung jawab besar untuk berprestasi. Dalam empat atau lima penampilan di kejuaraan internasional, seharusnya mereka bisa memper-sembahkan gelar juara.

Kalau pada kejuaraan pertama gagal, itu harus menjadi pelajaran agar dalam kejuaraan berikutnya bisa menjadi juara. Caranya, ya dengan menambah porsi latihan, ungkap Rudy.

Dibandingkan dengan Tiongkok, sejauh ini Indonesia memang sangat tertinggal dalam menggembleng pemain pelapis. Tengok saja pada peringkat sepuluh besar IBF. Di nomor tunggal pria, Tiongkok menempat-kan empat pebulutangkis serta lima pebulu tangkis di nomor tunggal wanita. Indonesia yang begitu mengandalkan nomor ganda campuran, hanya menempatkan Nova Widianto/ Lilyana Natsir di sepuluh besar. Bisa dibayangkan, kalau Nova/ Lilyana habis maka prestasi Indonesia akan langsung terjun bebas. (ang)

Sumber:indopos.co.id

Berita Berita Lainnya