Berita > Berita

Bawa Raket Juga Laptop

Kamis, 05 Oktober 2006 18:56:04
904 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Pebulutangkis sekarang tidak hanya berbekal raket ke medan laga. Mereka kini juga keranjingan laptop. Komputer mini itu menjadi bawaan lain bila bermain ke luar negeri, termasuk saat bertarung pada Kejuaraan Dunia XV di Madrid.

Setiap usai bertanding, banyak pemain yang kemudian berkumpul di lobi Hotel Convencion. Mereka datang sambil menenteng laptop masing-masing. Setelah itu, mereka sibuk dengan kegiatan di depan layar komputer.

Menurut Keita Masuda, pebulutangkis senior Jepang, budaya pemain membawa laptop tampak mengemuka dalam dua tahun terakhir. Di banyak turnamen yang dia ikuti ditemui banyak pemain yang menenteng laptop, selain raket.

“Saya pun selalu membawa laptop setiap bertanding ke luar negeri. Budaya ini memang sangat bagus, setidaknya pebulutangkis juga tidak ketinggalan teknologi untuk berkomunikasi,” sebut Masuda, yang tengah asyik berinternet bersama Shoji Sato.

Memang tidak salah. Bukan hanya pemain Jepang yang tenggelam di depan komputer. Pemain Korea seperti Lee Young-dae dan Park Sung-hwan juga sibuk membuka dan mengirim surat elektronik. Sementara itu, Jens Eriksen (Denmark) tampak asyik chating atau berkirim e-mail.

Pemain ganda Cina, Zhang Jun, pun belum ikut berinternet ria. Usai bertanding, dia langsung mengeluarkan laptop dari dalam tas yang berisi raket dan peralatan bulutangkis. “Saya mengirim kabar ke Cina,” ujarnya.

Lebih Murah

Salah satu pemain Malaysia, Choong Tan Fook, tak mau ketinggalan. Dia juga larut dalam aktivitas di dunia maya. “Biasa, saya berkirim e-mail ke teman di Kuala Lumpur,” sebutnya.

Menurut Weny Rahmawaty, pemain Indonesia yang membela bendera Prancis, dengan komputer dia bisa berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk kepada sang pacar, Arif Rosyidi, yang saat itu berada di Paris. “Berkomunikasi lewat internet itu jauh lebih murah dan gampang dibanding lewat telepon biasa,” sebutnya.

Uniknya pemain kita jarang tertangkap basah sedang berinternet. Kalaupun ada, itu hanya dijumpai pada diri Nova Widianto. Pemain ganda campuran asal Klaten itu memanfaatkan layanan di komputer untuk ngobrol dengan sang pacar, Eny Widiowati.

Akankah kecenderungan ini menunjukkan bahwa pemain kita tak hanya ketinggalan dalam prestasi bulutangkis, tetapi juga teknologi komunikasi?(Broto Happy W.)

Sumber:bolanews.com

Berita Berita Lainnya