Berita > Berita

Tiga Hari Memantau Latihan Pelatnas Cipayung

Sabtu, 14 Oktober 2006 07:57:37
2646 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Tommy Paling Rajin, Sigit Tak Pernah Muncul.

Tahun ini adalah periode minim prestasi bagi bulutangkis Indonesia. Moti-vasi rendah pemain berlatih diyakini menjadi penyebab utama kondisi tersebut. Benarkah semangat berlatih pebulutangkis nasional sudah begitu buruk?

TIDAK satu pun gelar bergengsi yang diraih Indonesia tahun ini. Gelar Piala Thomas, Piala Uber, dan Kejuaraan Dunia 2006 semua dikuasai Tiongkok. Keraguan atas motivasi penghuni Pelatnas PBSI, atau yang lebih dikenal dengan nama Pelatnas Cipayung, bermunculan. Jawa Pos mencoba menelusuri bagaimana sebenarnya suasana latihan di pelatnas. Selama tiga hari wartawan koran ini mencoba merekam siapa pemain yang paling awal datang ke hall Pelatnas Cipayung tersebut. Bagaimana pula kinerja 40 pemain pelatnas selama latihan.

Hasilnya? Kecurigaan bahwa motivasi berlatih punggawa Pelatnas Cipayung sangat rendah tidak sepenuhnya benar. Masih ada beberapa pebulutangkis yang mau datang ke tempat latihan lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan PBSI. Mereka melakukan latihan tambahan dari jadwal yang telah deprogram pelatih dan PBSI.

Jawa Pos pun mendapati bahwa pemain tunggal pria Tommy Sugiarto adalah pebulutangkis paling rajin di pelatnas. Dia datang paling awal bersama dua rekannya, Indra Bagus dan Bandar Sigit Pamungkas. Mereka membuat kelompok sendiri karena sama-sama dilatih Joko Supriyanto. Namun, dari ketiganya Tommy paling rajin memaksimalkan waktunya untuk berlatih.

Ketika dua rekannya memilih berlama-lama untuk ngobrol, membetulkan sepatu, atau peralatan bulutangkis lainnya, Tommy memulai latihan lebih dulu. Shadow (simulasi di lapangan tanpa shuttlecock) adalah sesuatu yang dilakukan Tommy ketika tidak memiliki pasangan berlatih. Dia juga lebih dulu melakukan peregangan, sehingga hasilnya pun lebih sempurna.

Tommy memang lebih rajin dari pada pemain lain. Saya sering kali melihat dia latihan sendiri ketika pemain lain masih duduk-duduk di pinggir lapangan, kata Christian Hadinata, koordinator ganda pelatnas PBSI, yang juga rajin datang pagi.

Perbedaan waktu kedatangan para pemain ke hall bulutangkis pelatnas memang tidak terlalu lama. Tommy sendiri tidak bisa berlatih terlalu pagi karena sampai pukul 07.00 WIB lapangan masih dibersihkan. Namun, koran ini mendapati bahwa Tommy sering jogging di lintasan lari yang ada di bagian belakang mes.

Sehabis Subuh ketika masih gelap, dia sering kali lari pagi sendirian, kata Mulyadi, petugas keamanan Pelatnas Cipayung, yang sering kali melihat Tommy berlari pagi.

Saya beruntung melatih beberapa pemain yang rajin. Mereka mau berlatih lebih awal dari jadwal yang saya tetapkan, terutama Tommy. Dia memang paling rajin di antara teman-temannya, puji Joko.

Keinginan Tommy menjadi juara menjadi motivasi baginya. Darah bulu-tangkis yang mengalir dari bapaknya, Icuk Sugiarto, mantan juara dunia, membuatnya tidak terpisahkan dari raket sejak kecil. Kadang juga muncul perasaan bosan berlatih, namun saya buang perasaan itu jauh-jauh karena saya ingin menjadi juara, tegasnya.

Bukan hanya Icuk yang menjadi teladan bagi Tommy. Dia memiliki beberapa idola yang menjadi contoh baginya untuk bermain. Salah satunya adalah Taufik Hidayat, pebulutangkis yang selama ini dianggap malas dalam berlatih. Dia memiliki variasi pukulan yang sangat banyak. Dia bisa memenangkan pertandingan dengan indah, puji Tommy.

Jadwal latihan pelatnas adalah pukul 08.00 WIB. Beberapa pemain senior yang tidak terlihat selama Jawa Pos melakukan pengamatan karena mereka sedang mengikuti Jepang Terbuka. Namun, ada satu pebulu-tangkis yang tidak ikut latihan tanpa sebab yang jelas, yaitu Sigit Budiarto. Pasangan ganda pria Flandy Limpele itu makin malas berlatih setelah pasangannya difokuskan ke ganda campuran.

Secara umum, motivasi pemain senior untuk berlatih memang kurang dari pemain junior. Pasangan ganda pria Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto datang ke hall sekitar pukul 08.30. Pun demikian dengan Markis Kido/ Hendra Setiawan. Setelah melakukan satu game, mereka banyak menghabiskan waktu untuk duduk dan minum. Agenda yang disusun pelatih kadang-kadang memang agak siang, kata Christian.

Dari sektor tunggal wanita, pelatih Hendrawan sangat menjaga keber-samaan. Mereka selalu datang ke lapangan bersamaan bersama sang pelatih. Komposisi pemain yang berusia muda tersebut, cukup bersemangat dalam berlatih. Waktu latihan cukup optimal untuk mengasah kemampuan. Mereka mengakhiri latihan sama seperti sektor ganda yang kadang memulai latihan agak siang.

Tommy memang masih terlalu muda dan minim trofi untuk dijadikan teladan. Namun, apa salahnya jika pemain lain meniru etos latihan yang ditunjukkan pemain berusia 18 tahun tersebut. Pemain senior mungkin sulit untuk melakukannya. Tapi, bukankah pelatnas PBSI memiliki banyak pemain muda yang juga harus lapar latihan. (ang)

Sumber:indopos.co.id

Berita Berita Lainnya