Berita > Berita

Dimulai dari Stamina Prima

Sabtu, 14 Oktober 2006 08:04:56
1151 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

SEJAK Agustus lalu, PB PBSI mencanangkan program perbaikan fisik pada pemain pelatnas. Dua kali tes telah dilakukan. Hasilnya menun-jukkan kalau perkembangan stamina Tommy Sugiarto memuaskan. Bukti nyata yang menunjukkan bahwa putra mantan juara dunia bulutangkis Icuk Sugiarto ini memang memiliki kemauan dan usaha paling besar untuk mencapai kondisi terbaik.

Perkembangan VO2Max Tommy sangat memuaskan. Pemain lain juga menunjukkan perkembangan, tapi tidak sebagus Tommy, puji Tahir Djide, pelatih fisik PB PBSI, kepada Jawa Pos.

VO2Max adalah indikator volume maksimal paru-paru yang menggam-barkan daya tahan seseorang. Pada tes pertama Agustus lalu, yang merupakan awal program perbaikan fisik, VO2Max Tommy mencapai 54. Berselang dua bulan, kapasitas VO2Max-nya telah menjadi 56.

Dalam 15 menit, Tomy mampu berlari 10 putaran (sekitar 4 km). Kalau dia bisa terus berkembang seperti saat ini, menjelang Piala Sudirman nanti kondisi staminanya akan sangat bagus, papar Tahir.

Tes kedua dilakukan di Ragunan pada Sabtu (7/10) lalu. Pada saat itu hanya dilakukan balke test yang merupakan rangkaian untuk meng-ukur VO2Max. Jumat (13/10) nanti akan dilakukan tes lanjutan untuk mengukur indikator lain. Sayang, mayoritas pebulutangkis senior tidak bisa ikut serta karena mereka akan berlaga Jepang dan Tiongkok Terbuka. Sementara, kapasitas VO2Max pebulutangkis lain juga belum bisa diungkapkan karena masih dalam proses tabulasi.

PBSI telah menetapkan standar VO2Max Penghuni Cipayung adalah 56-62 untuk pria, serta 51-56 untuk wanita. Namun, tidak satu pun penghuni Cipayung dapat memenuhi standar tersebut. Pun demikian dengan standar minimum flexibility yang untuk pria berkisar 15-20 cm serta 20-25 untuk wanita.

Terpuruknya Indonesia dalam beberapa kejuaraan terakhir memiliki hubungan positif dengan kondisi tersebut. Penerapan sistem reli poin menuntut stamina yang prima untuk terus menyerang selama tiga set. Namun, pebulutangkis Indonesia tidak memiliki kemampuan stamina untuk bermain seperti itu.

Tommy memang masih berusia 18 tahun dan sangat minim gelar. Tapi, kedisiplinan yang dia tunjukkan patut ditiru pebulutangkis yang lebih senior. Dengan apa yang ditunjukkannya, Tommy memang belum pasti menjadi juara dunia atau peraih medali emas olimpiade seperti Taufik Hidayat. Namun, setidaknya dia telah menunjukkan itikad dan kemauan beras untuk menuju ke sana. Prestasi adalah buah dari kerja keras bukan? (ang)

Sumber:indopos.co.id

Berita Berita Lainnya