Berita > Berita

Natalia Poluakan Juara di Kampung Halaman

Sabtu, 22 Juni 2013 23:59:18
1359 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Atlet kelahiran tanah Manado, Natalia Poluakan akhirnya mampu mengakhiri puasa gelar sejak tahun 2011. Bersama atlet PB Djarum, Khaeriah Rosmini ia sukses mendulang gelar juara sekaligus meraih gelar perdananya di tahun 2013 ini.

Di partai puncak Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Sulawesi Utara Open 2013, Natalia/Khaeriah bertarung melawan langganan juara Djarum Sirnas asal PB SGS PLN, Devi Tika Permatasari/ Kehsya Hanadia Nurvita. Dengan tiga game, 13-21, 21-19 dan 21-10.

'Di game pertama banyak melakukan kesalahan sendiri, tapi di game kedua kami berusaha untuk terus menekan, dan mendahului lawan untuk menurunkan bola,' ujar Khaeriah.

Sementara itu, bagi Natalia sendiri mengakui tidak menyangka bisa mengalahkan langganan juara Djarum Sirnas itu. 'Saya sama sekali tidak menyangka bisa mengalahkan mereka,' ujarnya.

Natalia adalah putri asli kelahiran Manado, atlet yang lahir pada 19 Desember 1985 ini memang diinginkan oleh almarhum sang ayah, Ir Jemmy Poluakan untuk menjadi atlet bulutangkis. Masa kecilnya, dimana ia mulai menekuni bulutangkis di usia ke tujuh, ia harus menempuh perjalanan selama satu jam untuk bisa sampai ke GOR Arie Lasut dalam empat tahun.

Melihat perkembangan dan bakat sang anak, akhirnya kedua orangtuanya melepas Natalia untuk melanjutkan latihan bulutangkisnya di klub yang kini bernama Tangkas Specs. 'Di Manado tidak ada tempat latihan seperti klub, hanya ada Pusdiklat Sulawesi Utara, dan Karena itu Natalia dipindahkan ke Tangkas,' ujar sang Ibu, Hetty Lapian.

Di usianya yang masih muda, setelah mendapat penghargaan sebagai pasangan ganda putri terbaik se-DKI Jakarta di tahun 2000 bersama dengan Liliyana Natsir, Natalia harus kehilangan sang ayah. Namun hal ini tak menyurutkan langkahnya untuk terus menekuni bulutangkis malah hal ini dijadikan motivasi agar ia bisa lebih berprestasi.

Kerja kerasnya terjawab, di tahun 2003, Natalia berhasil bergabung bersama tim nasional di Cipayung hingga tahun 2009. Ia pun dua kali menyumbangkan medali emas Pekan Olah raga Nasional (PON) untuk Sulawesi Utara di tahun 2004 dan 2008. Setelah tak lagi bergabung dengan Pelatnas, Natalia kini menjalani hari-harinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi Sulawesi Utara, dan masih terjun di berbagai kejuaraan baik nasional dan internasional.

'Setelah meraih dua medali emas PON, saya diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Jadi sekarang kegiatan selain berlatih juga bekerja di Dispora Manado,' tuturnya.

Kemenangan ini pun ia persembahkan untuk keluarganya yang tak lelah mendukungnya berlaga di GOR Arie Lasut setiap hari. 'Ini kampung halamannya, memang dia harusnya bisa menang, dan akhirnya bisa menang juga,' pungkas sang ibu. (pr)

Berita Berita Lainnya