Berita > Berita

Catatan Kejuaraan Bulutangkis Bitburger
Tomy Gagal, Ronald Sukses

Selasa, 31 Oktober 2006 15:49:49
1728 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Jakarta - Kebangkitan prestasi bulutangkis Indonesia masih sangat jauh dari harapan. Ketika pebulutangkis senior tengah menunjukkan tren menurun, pebulutangkis junior belum menunjukkan daya saing yang memadai. Dalam kejuaraan junior Bitburger Open 2006 yang berakhir Minggu (29/10) lalu di Saarbrücken, Jerman, tidak satu pun gelar juara direbut pasukan Cipayung, markas Pusat Bulutangkis Indonesia (PBI).

Catatan terbaik pebulutangkis Indonesia dalam Bitburger Open 2006 adalah menembus partai final. Hasil itu diraih melalui Maria Kristin (tunggal wanita), Joko Riyadi/Hendra Gunawan (ganda pria), Endang Nursugianti/Rani Mundiastuti (ganda wanita). Tommy Sugiarto, yang menjadi satu-satunya wakil dari ganda pria, hanya mampu menembus putaran II.

Hasil lebih baik dibukukan pebulutangkis Indonesia yang memperkuat negara lain. Melalui pebulutangkis berdarah Kediri, Ronald Susilo, Singapura berhasil memboyong gelar tunggal pria. Dalam partai final, Susilo menang mudah atas rekan senegaranya, Kendrick Lee, dengan skor 21-11, 21-6.

Sukses Ronald itu tidak lepas dari kesempatan besar yang diberikan padanya untuk berlaga di kancah internasional. Beberapa bulan terakhir, dia bentrok dengan pebulutangkis papan atas dunia di ajang internasional. Salah satunya melawan Taufik Hidayat dalam Jepang Terbuka lalu. Sehingga, dia tampil penuh percaya diri dan dominan ketika diturunkan dalam kejuaraan junior. Padahal, sebelumnya dia sempat dibelit cedera panjang selama sembilan bulan.

Kesempatan itu tidak didapatkan Tommy. Bitburger Open adalah kejuaraan internasional pertamanya dengan bendera timnas. Padahal, pemain paling rajin di Cipayung itu adalah gantungan asa tunggal pria Indonesia ketika kekalahan demi kekalahan terus mendera andalan utama tunggal pria Indonesia, Taufik Hidayat.

Tommy menjadi harapan Indonesia agar tunggal pria tidak mengalami pemutusan generasi seperti halnya yang terjadi pada sektor tunggal wanita. Di bawah Taufik, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso sangat sulit diharapkan untuk menjadi juara dunia. So, kalau Tommy tidak bisa mengejar ketinggalannya dari Ronald, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Singapura akan menyusul mengalahkan Indonesia seperti halnya Tiongkok.

Saya sangat bangga bisa menjuarai tunggal. Ini adalah awal yang bagus bagiku untuk mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade 2008 nanti, kata Ronald sebagaimana dilansir situs WBF (Federasi Bulutangkis Dunia).(ang)

Sumber:indopos.co.id

Berita Berita Lainnya