Berita > Berita

Api AG 2006 di Jakarta
Sebulan Lagi, Saatnya Fokus

Selasa, 31 Oktober 2006 22:42:34
1196 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Tibanya api Asian Games 2006, Doha, di Jakarta sejak Sabtu (28/10), dan dibawanya obor itu berkeliling kawasan Senayan pada Minggu (29/10) secara langsung mengisyaratkan kepada para atlet pelatnas AG bahwa pertandingan kian dekat. Praktis, dalam waktu sebulan lagi hingga gong dibunyikan pada 1 Desember, tak ada yang lain dalam pikiran 131 atlet kecuali fokus demi meraih target medali.

“Karena itu, beberapa atlet yang akan berlaga di AG juga dilibatkan supaya mereka makin termotivasi dan mampu menampilkan yang terbaik. Ingat, penampilan terbaik,” tegas Agum Gumelar, Ketua Umum KONI Pusat, Minggu (29/10).

Memang di tengah menurunnya prestasi olahraga nasional, target KONI Pusat untuk mempertahankan raihan empat medali emas di AG nanti cukup berat. Jadi, tak ada jalan lain bagi KONI kecuali berharap para atlet cabang-cabang unggulan, seperti bulutangkis, karate, boling, angkat besi, atau voli pantai, serta selancar, bisa tampil luar biasa dan meraih medali emas.

“Intinya mereka yang bertanding di Doha nanti merupakan atlet yang berlatih untuk menang. Jadi bukan hanya sekadar uji coba. Mereka harus bisa menang dan mencapai target yang diberikan,” tambah Adhyaksa Dault.

Atas dasar itulah, Kamis (2/11), KONI Pusat dan Kantor Menegpora akan mengadakan rapat terakhir untuk memutuskan nama-nama cabang dan atlet beserta ofisial yang akan diberangkatkan ke Doha. “Pokoknya, rapat Kamis besok akan membahas hasil evaluasi tim pemantau Kantor Menegpora dan juga KONI untuk memutuskan siapa-siapa saja anggota kontingen Indonesia,” jelas Adhyaksa.

Karena belakangan ini masih muncul polemik antara dua institusi itu, termasuk dalam soal sepakbola, apakah rapat akan berjalan tegang? “Tidaklah. Pokoknya, nanti kami bicara dengan kepala dingin. Cuma media yang bikin ramai saja. Soal sepakbola kan ada alasan-alasan khusus, selain dari empat kriteria KONI,” jawab Agum.

Sumbangan DAGOC

Sementara itu, lari estafet api AG Doha berjalan sesuai rencana. Situasi Jakarta yang masih lengang seusai libur Lebaran membuat obor yang dilepas oleh Menpora dari Kantor Menegpora, jalan Pemuda, dengan pelari pertama Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, berlangsung lancar.

Adhyaksa sendiri sempat jadi pelari ke 11, sementara beberapa atlet seperti Lisa Rumbewas, Dedeh Erawati, hingga Taufik Hidayat secara bergantian sempat membawa lari obor sejauh 100 hingga 200 meter. Agum Gumelar jadi pelari terakhir yang membawa ke atas panggung di Plasa Barat Stadion Utama untuk dinyatakan di kaldron kecil.

Pada kesempatan itu, Official Ambassador of DACOG (panpel AG Doha) for Torch Relay, Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani, menyerahkan bantuan kepada dua atlet asal Nanggroe Aceh Darussalam, Hermanto dan Hasrizal, yang terkena musibah tsunami pada akhir 2004. (dede)

Sumber:bolanews.com

Berita Berita Lainnya