Berita > Berita

Kejurnas Bulutangkis di Medan
Undian Kecewakan SGS Elektrik

Kamis, 09 November 2006 00:40:16
1660 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

Juara bertahan SGS Elektrik mengaku sangat kecewa dengan hasil undian Kejuaraan Nasional Bulutangkis di Medan, 14-18 November. SGS terlempar dari unggulan 3-4 menjadi 5-8 sehingga langkah untuk mempertahankan gelar terasa begitu berat.

“Drawing yang dilakukan sudah tidak fair karena tidak sesuai dengan ranking yang dimiliki pebulutangkis masing-masing klub,” tegas Ketua SGS Elektrik, Herman Subarjah.

Hasil undian memang merugikan SGS. Jika skenario lancar klub Bandung itu harus berhadapan dengan Djarum di babak 8 Besar. Lantas, jika lolos mereka harus sudah berhadapan dengan Tangkas Bogasari Jakarta di semifinal. Herman menilai hasil undian tersebut sangat menguras tenaga Taufik Hidayat, Flandy Limpele, Lita Nurlita, dkk.

“Bukan kami takut berhadapan dengan Djarum, yang jadi persoalan drawing tak sesuai dengan kekuatan pemain yang dimiliki klub,” tambah Herman.

Persoalan muncul karena kubu SGS menilai kekuatannya lebih baik dibanding Suryanaga Gudang Garam Surabaya. Jika dilakukan perbandingan secara head-to-head, SGS unggul di tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri. Sementara itu di nomor tunggal putri dan ganda campuran kekuatannya berimbang.

Berniat Absen

Akhirnya SGS Elektrik memutuskan akan mengajukan surat peninjauan kembali hasil undian kejurnas pada PB PBSI. Jika tak ada tangapan, SGS Elektrik mungkin berniat absen di Kejurnas 2006.

“Pokoknya kami masih membicarakan dengan pemilik SGS, Lutfi Hamid, langkah apa yang paling tepat jika hasil drawing tak ditanggapi. Kemungkinan absen bisa saja terjadi,” papar Herman.

Undian yang dilakukan dinilai sudah memaksakan kehendak pihak-pihak tertentu. Jika undian saja sudah melenceng, apa pun bisa terjadi saat berlangsung pertandingan.

“Mempertahankan gelar juara memang lebih berat dibanding saat merebutnya,” ungkap pelatih SGS, Nara Sujana.

Namun, Nara menilai setiap klub memiliki kelemahan-kelemahan di nomor-nomor tertentu. Karena itu lebih baik memaksimalkan nomor-nomor yang unggul untuk kembali menjadi yang terbaik. (tgh/bolanews.com)

Berita Berita Lainnya